Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menikmati Wisata Kuliner di Atas Kapal dalam Pelukan Hutan Mangrove Pulau Serangan Bali

Antara , Jurnalis-Rabu, 24 Mei 2023 |11:00 WIB
Menikmati Wisata Kuliner di Atas Kapal dalam Pelukan Hutan Mangrove Pulau Serangan Bali
Kapal Warung Pondok Bambu di Pulau Serangan, Denpasar, Bali. (Foto: ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari)
A
A
A

KETIKA berlibur ke Bali, tak afdal rasanya jika tak mencicipi kuliner khasnya, apalagi jika makanan dengan perpaduan bumbu khas Pulau Dewata dinikmati dengan cara berbeda.

Di pinggir Kota Denpasar, tepatnya kawasan Pulau Serangan, Denpasar selatan, wisatawan maupun masyarakat lokal bisa menikmati hidangan laut sambil berwisata di atas kapal.

Wisata kuliner satu ini bisa dijumpai di Jalan Tukad Punggawa Nomor 24, Serangan, atau sekitar 400 meter ke timur dari Pura Sakenan dengan nama tempat makan Warung Pondok Bawang.

Tempat makan yang beroperasi sejak 2019 lalu ini dibuka setiap hari dari pukul 10.00 Wita hingga 22.00 Wita, pengunjung dapat memilih makan dari kapal berlantai dua maupun dari pondok bambu di pinggir laut.

 BACA JUGA:

Made Sukarya sang pemilik warung bercerita bahwa mulanya tempat makan ini dibuka akibat dampak dari pandemi COVID-19, yang membuat pekerjaannya di sektor pariwisata harus terhenti.

Tiga bulan pertama, usahanya mulai membuahkan hasil berkat bantuan media sosial, sehingga ia harus berpikir inovasi apa yang harus dihadirkan.

Melihat lahan yang ada, yaitu laut yang ditumbuhi mangrove dengan potensi air pasang dan surut, akhirnya Sukarya membawa kapal cepat yang sebelumnya digunakan untuk bisnis wisata selam pada penghujung 2020.

Ilustrasi

Menu di Kapal Warung Pondok Bawang, Pulau Serangan, Bali (ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari)

“Di sini hutan mangrove yang ada air pasang surutnya, jadi bisalah kapal saya bawa ke sini tanpa merusak lingkungan, karena yang saya pakai alur nelayan, saya tahu sejak kecil” kata dia di Denpasar seperti dilansir dari ANTARA, Rabu (24/5/2023).

Dari beberapa warung makan hidangan laut yang berjejer sepanjang jalan, hanya restoran sederhana milik Sukarya yang memiliki kapal untuk dinaiki, karena selebihnya berkonsep makan dari pondok bambu di pinggir mangrove.

 BACA JUGA:

Kapal berwarna biru dan putih ini dulunya digunakan sebagai titik awal ketika wisatawan hendak menyelam baik snorkeling maupun diving, atau juga tempat menunggu sebelum aktifitas bahari itu dimulai.

“Kalau sekarang digunakan untuk warung kan karena waktu COVID-19 semua pariwisata tidak bisa gerak, mati, biar pun ada tetap tidak mampu karena bisnis water sport kan soal volume (pengunjung),” tutur Sukarya yang merupakan warga asli Serangan.

Pada penggunaan awalnya, kapal cepat itu mampu menampung 200 orang, tapi setelah disulap menjadi lokasi wisata sambil makan hidangan laut, hanya dapat diisi 100 orang paling banyak.

 

Ke depannya, jika pariwisata Bali membaik signifikan maka tak menutup kemungkinan kapal cepat tersebut kembali ke fungsi awal, sehingga saat ini Sukarya telah menyiapkan kapal baru yang penggunaannya lebih tepat untuk sebuah tempat makan.

Makan di kapal

Pengunjung yang hendak menikmati hidangan laut dengan bumbu khas Bali khususnya Pulau Serangan bisa langsung datang dan memesan ke pelayan Warung Pondok Bawang.

Seluruh pramusaji di warung makan ini merupakan warga lokal sekitar yang direkrut saat pandemi COVID-19 dengan atau tanpa kemampuan di bidang masak-memasak.

Saat tiba, pengunjung akan berjalan melewati jembatan bambu sepanjang kurang lebih 15 meter untuk memasuki kapal.

Di kapal tersebut tersedia 40 kursi di lantai satu dan 40 kursi di lantai dua, keduanya sama-sama dapat mengantarkan pengunjung ke pemandangan indah kawasan mangrove.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement