Usai kisah ini terungkap ke pers dan publik, kemudian muncul laporan serupa dari seorang, remaja 15 tahun lainnya yang juga punya cerita sama dengan mengacu pada orang yang sama, pelaku diduga sudah memaksa menato paksa juniornya tersebut pada April lalu, dengan menato dengan gambar berukuran besar di dada, bahu, dan lengan kiri di tubuh korban.
(Foto: YTN)
Meski kasus tersebut sudah dilaporkan ke pihak yang berwajib, sayangnya intimidasi disebutkan tetap terus berlanjut, korban menerima teror hingga akhrinya menolak untuk bersekolah lagi dan harus menjalani terapi selama 6 bulan.
Remaja 16 tahun yang diduga sebagai pelaku, diketahui menyangkal tuduhan para korban, dan mengklaim bahwa tato tersebut bukanlah paksaan karena korban sudah menyetujui tato tersebut.
Namun, akhirnya remaja 16 tahun tersebut kini tengah menghadapi kasus hukum dengan tuduhan pemaksaan dan pelanggaran undang-undang medis Korea Selatan.
(Rizky Pradita Ananda)