Rem kereta bekerja karena tekanan udara. Setiap gerbong pada rangkaian kereta memiliki pipa yang mengalir di sepanjang kaki rodanya. Pipa itu dihubungkan dengan yang ada pada gerbong lainnya.
Sebelum kereta berangkat, sistem pipa itu diberi tekanan hingga 90 psi. Saat tuas rem ditarik dalam keadaan normal, sebagian udara pada pipa itu keluar dan masuk ke dalam silinder rem yang terpasang. Hal ini akan mendorong bantalan rem ke roda di seluruh kereta.

Saat melakukan pengereman darurat, tekanan itu akan turun dari 90 menjadi nol. Hal ini merupakan pengereman yang sangat keras. Namun tetap saja, hal itu akan membutuhkan waktu hingga seluruh silinder pada seluruh kereta tertekan dan menghentikan kereta.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.