HIMPUNAN Pramuwisata Indonesia (HPI) Bali menemukan modus baru warga negara asing (WNA) yang menjadi pemandu wisata ilegal yang menjual jasanya melalui website atau portal daring.
"Contoh Rusia dan Jepang, modusnya mirip. Mereka membuka website seperti agen travel dan sandi yang dipakai untuk masuk menggunakan sandi dari negara masing-masing," kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah HPI Bali, I Nyoman Nuarta di Denpasar, Kamis (4/5/2023).
Nuarta menuturkan temuan ini berasal dari anggota HPI Bali, di mana mereka telah mencoba untuk mengakses portal tersebut, namun tidak bisa lantaran harus menggunakan kode nomor telepon negara terkait.
BACA JUGA:
Hingga saat ini pihaknya telah menemukan setidaknya lima portal diduga dari agen travel China, Rusia, dan negara di kawasan Eropa.
"Ada yang coba buka websitenya travel bodong itu dan upaya-upaya sudah dilakukan bagaimana cara masuk di travel bodong tapi sulit seperti rahasia internal," ujarnya seperti dilansir dari ANTARA.
Terkait harga yang ditawarkan, Nuarta belum dapat memastikan, namun dari yang mereka temui justru WNA yang menjadi pemandu wisata menawarkan harga lebih tinggi.
BACA JUGA:
"Karena mereka satu rumpun jadinya tamu akan percaya. Artinya, dia bisa menjual beberapa tur dan lebih murah di beberapa tur, polanya seperti itu," ujar Nuarta.
Untuk lokasi, kerap kali para pemandu wisata terlisensi menjumpai mereka di kawasan Tirta Gangga, Tampaksiring, Goa Gajah, dan Air Terjun Sekumpul.