Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

109 Orang Meninggal karena Sekte Sesat di Kenya, Ada Tanda Mati Kelaparan

Pradita Ananda , Jurnalis-Rabu, 03 Mei 2023 |09:20 WIB
109 Orang Meninggal karena Sekte Sesat di Kenya, Ada Tanda Mati Kelaparan
proses evakuasi korban sekte sesat, (Foto: Tangkapan layar video Reuters)
A
A
A

Paul Nthenge Mackenzie, pemimpin sekte sesat di Kenya, Afrika tengah menghadapi tuntutan atas tuduhan tindakan terorisme, pembunuhan, penculikan, dan kekejaman terhadap anak-anak.

Pria yang memproklamirkan diri sebagai Pendeta tersebut diketahui mendirikan gereja Good News International Church pada 2003 dan memulai aksi kejinya tersebut. Nthenge hadir di pengadilan bersama delapan orang terdakwa lainnya dengan tuduhan dugaan telah menghasut para pengikutnya hingga mati kelaparan dengan dalih untuk bertemu Yesus.

Mengutip laporan The Guardian, Rabu (3/5/2023), diketahui sebanyak 109 orang sejauh ini dipastikan sudah meninggal dunia, dan mirisnya kebanyakan dari korban merupakan anak-anak.

Penduduk setempat di Malindi mengatakan, bertahun-tahun sebelum gereja Good News International Church ditutup pada 2019, ajaran Nthenge memang semakin kontroversial. Ia menyerukan dengan vokal agar para pengikutnya tidak makan, tidak terlibat dalam aktivitas normal manusia pada umumnya, yang ia sebut sebagai kegiatan duniawi. Misalnya bersekolah, berobat secara medis, dan menggunakan kosmetik bagi wanita.

Sampai akhirnya, seruan sesat tersebut memicu munculnya penolakan dari komunitas dan dan akhirnya membuat gereja tersebut ditutup. Sayangnya, Nthenge sudah berhasil mengumpulkan para pengikut yang kuat dan setia.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement