Dalam bahasa Betawi, ulam artinya kelapa atau serundeng parut. Sehingga bedanya nasi uduk dan nasi ulam juga terdapat pada keberadaan serundeng kelapa parutnya. Saat menyantap nya, nasi ulam memberikan cita rasa gurih dan sedikit pedas.
Biasanya masyarakat Betawi mengonsumsi nasi ulam pada pagi hari. Lauknya yang beragam menambah gizi untuk memenuhi energi harian. Di Kampung Melayu, nasi ulam menjadi hidangan hajatan dan acara besar.
(Rizka Diputra)