Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menikmati Ngabuburit di Hagia Sophia saat Ramadhan 2023

Alan Pamungkas , Jurnalis-Jum'at, 14 April 2023 |18:43 WIB
Menikmati Ngabuburit di Hagia Sophia saat Ramadhan 2023
Masjid Hagia Sophia di Istanbul, Turki. (Foto: Okezone.com/Alan Pamungkas)
A
A
A

HAGIA Sophia menjadi daya tarik Turki bagi wisatawan dalam dan luar negeri. Bernama asli Ayasofya, tempat ini menjadi saksi sejarah kejayaan Imperium Romawi hingga Kesultanan Turki Ustmani.

Hagia Sophia mendapatkan predikat gereja agung Konstantinopel pada masa pemerintahan Imperium Romawi. Hagia Sophia sebagai gereja diresmikan pada 15 Februari 360 pada masa pemerintahan Kaisar Konstantius II oleh Uskup Arian, Eudoxius dari Antiokia.

Di pintu keluar terdapat gambar Kaisar Konstantius II dan Uskup Arian di langit-langit Hagia Sophia. Karena sebagai gereja awalnya, tentunya pernak-pernik Kristen pun banyak, seperti gambar Yesus Kristus di depan pintu masuk.

 BACA JUGA:

Usai penaklukan Konstantinopel oleh Sultan Muhammad II Al-Fatih dari Kekaisaran Turki Ustmani, Hagia Sophia kemudian diubah menjadi masjid. Namun demikian ornamen Kristen sebagian masih dipertahankan hingga saat ini.

 Ilustrasi

Wisatawan di Masjid Hagia Sophia (Okezone.com/Alan) 

Sebagai bentuk penaklukan Romawi oleh Turki Ustmani, Hagia Sophia sebagai simbol dijadikan masjid resmi kekaisaran.

Musim silih berganti, usai keruntuhan Turki Ustmani, pemimpin Republik Turki yang berhaluan sekuler, Mustafa Kemal Ataturk melarang kegiatan keagamaan di Hagia Sophia pada 1931 M.

Empat tahun berselang, pada 1934, Hagia Sophia dibuka untuk museum. Kaligrafi Islam dihapus dan wajah asli Hagia Sophia terlihat seperti lukisan Yesus Kristus terlihat usai tertutup selama lima abad.

Pada 2016, Hagia Sophia kembali menjadi masjid. Azan dan lantunan ayat suci berkumandang.

Ilustrasi

Masjid Hagia Sophia (Okezone.com/Alan)

Hagia Sophia kemudian resmi menjadi masjid pada tanggal 10 Juli 2020 lewat keputusan Pengadilan Tinggi Turki yang membatalkan keputusan 1943 yang mengubah status Aya Sofia menjadi museum.

Sejak resmi menjadi masjid, perbaikan-perbaikan Hagia Sophia dilanjutkan. ”Pemerintah membawa abu vulkanik khusus dan dari Yunani dan mereka merekonstruksinya kembali dengan bahan yang jauh lebih ringan untuk memperbaiki bagian Hagia Sophia yang rusak,” ujar Osman Ozmen dari Osman Ozman dari Türkiye Tourism Promotion and Development Agency (TGA).

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement