JEPANG salah satu destinasi favorit untuk liburan. Sebelum pandemi COVID-19, Negeri Matahari Terbit menerima sampai 30 juta kunjungan turis dari berbagai negara dalam setahun.
Pesona Jepang berhasil memikat banyak wisatawan. Ada begitu banyak destinasi menarik dengan keindahan alam luar biasa di Jepang seperti Kyoto, Nara, Okinawa, Kawamura dan lainnya. Jepang juga punya sederet budaya dan tradisi unik.
Sebelum ke Jepang ada baiknya mempelajari peraturan lokal yang berlaku di Negeri Sakura, termasuk larangan-larangannya.
BACA JUGA:
Berikut 20 larangan di Jepang seperti dilansir dari blog.antavaya.com.
1. Dilarang terlambat
Seperti telah banyak diketahui, masyarakat Jepang dikenal sangat menghargai waktu. Oleh karena itu, kita sangat dilarang untuk terlambat ketika memiliki janji dengan orang Jepang.
2. Dilarang memetik bunga sakura
Salah satu hal yang sangat menarik wisatawan ke Jepang adalah adanya bunga sakura. Meski sangat cantik, di Jepang terdapat sebuah aturan yang melarang untuk memetik bunga sakura.

Bunga sakura (Jinto)
Hal ini karena orang Jepang sangat menghargai bunga sakura yang mekar lantaran umur bunga sakura yang mekar hanya dalam waktu kurang lebih dua minggu saja.
3. Dilarang memberi tip di restoran
Setiap pekerjaan di Jepang, sangat mengedepankan pelayanan terbaik untuk kepuasan pelanggan. Kendati demikian, pelanggan dilarang untuk memberikan tip seperti di restoran. Hal ini karena memberikan tip dianggap sebagai sebuah penghinaan dan tidak etis untuk dilakukan.
BACA JUGA:
4. Dilarang berkendara di sisi kanan
Jepang juga dikenal sangat taat pada aturan lalu lintas. Tidak seperti di Indonesia yang kerap mendahului kendaraan lain lewat lajur kanan, di Jepang hal ini sangat dilarang. Bahkan, kita dapat didenda, ditilang hingga bisa masuk penjara.
5. Dilarang menerima barang dengan satu tangan
Di Jepang, sangat dianjurkan untuk menerima segala pemberian dengan menggunakan dua tangan. Jika kita menggunakan satu tangan, itu akan dianggap tidak sopan.
6. Dilarang tidak membungkuk saat bertemu orang
Orang Jepang memiliki kebiasaan membungkukan badan saat bertemu dengan orang sebagai bentuk penghormatan. Jika kita tidak melakukan hal tersebut, kita akan dianggap sombong dan tidak sopan.
BACA JUGA:
7. Dilarang mengotori onsen
Di Jepang, banyak tempat pemandian air panas alami (onsen). Sebelum berendam di onsen, kita diwajibkan untuk membasuh seluruh badan kita dengan sabun agar kita tidak mengotori onsen.
8. Dilarang menggunakan sumpit sembarangan
Sumpit merupakan alat makan wajib di Jepang. Namun kita dilarang menggunakan sumpit secara sembarangan seperti menggosok, mengetuk atau menunjuk orang dengan sumpit. Terlebih kita juga dilarang mengoper makanan ke sumpit lainnya karena itu merupakan hal yang dilakukan di ritual pemakaman di Jepang.
9. Dilarang berisik di kereta
Menaiki kereta di Jepang merupakan salah satu hal wajib yang perlu dicoba saat berlibur ke Jepang. Namun selama di dalam kereta, kita dilarang berisik dan mengganggu kenyamanan penumpang lain karena hal itu melanggar etika.
10. Dilarang bertelepon di kereta
Selain dilarang mengobrol dan berisik, di dalam kereta di Jepang kita juga dilarang telefon karena dianggap tidak sopan dan mengganggu. Bila terpaksa, kita dapat mengecilkan volume telepon agar tidak sampai mengganggu penumpang lain.
11. Dilarang duduk di kursi prioritas
Pada seluruh transportasi umum di Jepang, terdapat kursi prioritas yang diperuntukkan untuk kalangan tertentu. Jika kita bukan merupakan bagian dari kalangan tersebut, maka kita sangat dilarang untuk menduduki kursi tersebut meski kursinya kosong.
12. Dilarang makan minum sambil jalan
Di Jepang, makan dan minum tidak boleh dilakukan sambil berjalan. Hal ini karena dianggap tidak etis oleh masyarakat Jepang. Terlebih makan dan minum sambil jalan dikhawatirkan dapat mengotori jalanan.

13. Dilarang berdiri di sisi kanan eskalator
Saat menaiki gedung di Jepang dengan menggunakan eskalator, kita dilarang berdiri di sisi kanan eskalator. Hal ini karena sisi kanan diperuntukkan untuk orang yang sedang dalam keadaan terburu-buru.
14. Dilarang membuang sampah sembarangan
Masyarakat Jepang sangat menyukai kebersihan. Oleh karenanya sangat wajar jika kita dilarang membuang sampah secara sembarangan. Kita harus membuang sampah sesuai jenis dan materialnya.
15. Dilarang buang ingus di depan publik
Pilek memang menjadi gangguan kesehatan yang sangat mengganggu. Kendati demikian, kita dilarang membuang ingus di depan publik. Kita diharuskan menahannya dan mengeluarkannya di tempat yang seharusnya seperti toilet.
16. Dilarang mengenakan sepatu di dalam rumah
Seperti halnya di Indonesia, di Jepang kita juga dilarang untuk mengenakan sepatu di dalam rumah. Sebagai gantinya, kita dapat mengenakan
sandal atau alas kaki khusus yang disiapkan untuk di dalam rumah.
17. Dilarang menyeberang sembarangan
Tidak seperti di Indonesia yang kita dapat menyeberang jalan secara bebas selama jalanan sepi, Jepang memiliki aturan yang mewajibkan
pejalan kaki menyeberang saat rambu menunjukan pejalan kaki diizinkan menyeberang.
18. Dilarang merekam korban kecelakaan
Di Indonesia, kita mungkin kerap melihat orang merekam korban kecelakaan untuk dibagikan ke sosial media atau sebagainya. Di Jepang, hal
ini sangat dilarang karena dianggap tidak etis.
19. Dilarang memotret sembarangan
Saat berwisata, sebuah kewajiban untuk bisa memotret segala hal yang menarik untuk kita. Namun di Jepang, kita dilarang memotret orang
sembarangan karena melanggar privasi. Selain itu kita juga dilarang memotret benda milik orang lain hingga mengganggu pemiliknya.
20. Dilarang menyerobot antrean
Di Jepang kita sangat diwajibkan untuk mengantri dengan rapi. Hal ini karena menyerobot antrean dianggap tidak sopan.
Itulah deretan daftar 20 larangan di Jepang.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.