Kemudian, kalau di bulan Ramadan ini, ranub mameh juga masih dicari oleh sebagian masyarakat sebagai makanan pencuci mulut.
"Kalau bulan puasa ini ada yang beli walaupun tidak banyak, mereka makan untuk sebagai pencuci mulut," kata Nurlaila.

Wisatawan yang datang ke Banda Aceh biasanya juga banyak yang mencoba mencicipi ranub mameh. Apalagi, penjual ranub mameh berjejer di luar pagar Masjid Raya Baiturrahman, yang jadi ikon wisata religi Aceh.
(Salman Mardira)