Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Polusi Udara Terbukti Bahayakan Nyawa, Dalang Penyebab Penyakit Respirasi

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Selasa, 04 April 2023 |17:05 WIB
Polusi Udara Terbukti Bahayakan Nyawa, Dalang Penyebab Penyakit Respirasi
polusi udara,(Foto: Dok Okezone)
A
A
A

POLUSI udara jadi salah satu dalang utama dari penyakit respirasi atau gangguan pernapasan yang banyak dialami masyarakat di Indonesia.

Terlihat dari data Kementerian Kesehatan RI, ternyata dari 10 penyakit dengan kasus terbanyak di Indonesia, empat penyakit di antaranya adalah penyakit respirasi.

Merujuk pada data Kemenkes, empat penyakit respirasi utama tersebut meliputi penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) dengan 145 kejadian dan 78,3 ribu kematian, pneumonia 5.900 kasus kejadian dengan 52,5 ribu kematian, kanker paru 18 kejadian dengan 28,6 ribu kematian, dan asma 504 kejadian dengan 27,6 ribu kematian.

Ya, salah satu faktor penyebab tingginya penyakit respirasi karena udara yang sarat. Kemenkes mencatat, polusi udara menyumbang 15 hingga 30 persen faktor risiko penyakit respirasi dan disumbang tiga faktor penyebab lainnya.

 BACA JUGA:

"

Selain polusi udara, ada 3 faktor risiko lain yaitu riwayat merokok, infeksi berulang, dan genetik," bunyi Kementerian Kesehatan yang diterima MNC Portal, Selasa (4/4/2023).

Faktor risiko polusi udara jadi penyebab penyakit respirasi cukup tinggi. Akibat polusi udara, seseorang punya faktor risiko terserang PPOK hingga 36,6 persen, kena pneumonia 32 persen, asma 27,95 persen, dan kanker paru sampai 12,5 persen.

Semakin mengkhawatirkan, bahkan penyakit tuberkulosis tak luput juga bisa disebabkan oleh polusi udara dengan faktor risiko 12,2 persen loh!

Lebih lanjut, Prof. Agus Dwi Susanto, Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, mengatakana alih-alih mengobati, justru betapa pentingnya pencegahan dalam upaya mengatasi permasalahan polusi udara ini.

"Polusi udara terbukti menimbulkan masalah respirasi dan pernapasan. Upaya pencegahan dengan menurunkan polusi udara harus dilakukan semua orang, sehingga kasus respirasi bisa  dikurangi," kata dokter yang juga sekaligus Guru Besar Bidang Pulmonologi dan Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tersebut.

Bukan cuma berdampak pada kesehatan masyarakat, penyakit respirasi juga begitu membebani negara, karena memberikan tekanan pada anggaran BPJS untuk menanggung biaya pengobatan penyakit akibat polusi udara.

Menurut data BPJS Kesehatan, selama periode 2018-2022, anggaran yang ditanggung untuk penyakit respirasi mencapai angka yang signifikan dan punya kecenderungan peningkatan tiap tahunnya.

"Pneumonia menelan biaya sebesar Rp8,7 triliun, tuberkulosis Rp5,2 triliun, PPOK Rp1,8 triliun, asma Rp1,4 triliun, dan kanker paru Rp766 miliar," tambah laporan Kemenkes tersebut.

(Rizky Pradita Ananda)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement