FENOMENA stunting dan angka kematian pada ibu (AKI) yang termasuk permasalahan utama sektor kesehatan masyarakat Indonesia, jadi salah satu fokus utama program kerja Kementerian Kesehatan RI saat ini.
Memerangi stunting dan juga maraknya kematian pada ibu yang proporsinya sudah sekira 305 kematian per 100 ribu kelahiran hidup, Kemenkes tengah melakukan sederet persiapan, dengan menyiapkan 10 ribu ultrasonografi yang akan dikirim ke semua Puskesmas di Indonesia secara bertahap.
Selain USG, juga akan dikirimkan sebanyak 313.737 antropometri untuk kurang lebih sejumlah 303.416 Posyandu. Pengiriman lebih dari 300 ribu Antropometri kit ini juga akan dilakukan secara bertahap, tapi dengan target harus sudah bisa tercapai pada 2024.
Dikatakan Juru Bicara Kemenkes RI, dr. Mohammad Syahril, pemenuhan layanan USG di puskesmas-puskesmas ini akan bisa menambah akses ibu hamil untuk memeriksakan kehamilannya, yang awalnya minimal 4 kali menjadi 6 kali selama masa kehamilan.
BACA JUGA:
“Dua kali pemeriksaan di antaranya harus diperiksa oleh dokter,” ujar dr. Syahril dikutip dari laman Sehat Negeriku Kementerian Kesehatan RI, Jumat (31/3/2023).
Kabar baiknya, alat USG tersebut berupa USG portable sehingga bisa menjangkau wilayah remote area, daerah terpencil di ujung-ujung perbatasan Indonesia.
“Melalui pemeriksaan dengan dokter ini, akan ada kolaborasi dengan bidan dan dokter spesialis kebidanan,” pungkas dr. Syahril
Diharapkan dengan penggunaan alat USG ini, para ibu hamil yang mengalami gangguan pertumbuhan pada janin sudah bisa terdeteksi dari awal. Begitu juga dengan apabila memang risiko terkait proses persalinan.
Dengan demikian, pada akhirnya deteksi dini dan penanganan cepat tersebut bisa membantu mencegah terjadinya stunting.
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.