Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Takjub Lihat Ogoh-Ogoh, Emil Dardak: Langkah Awal Tengger Cultural Center Dongkrak Pariwisata

Antara , Jurnalis-Rabu, 22 Maret 2023 |19:30 WIB
Takjub Lihat Ogoh-Ogoh, Emil Dardak: Langkah Awal Tengger Cultural Center Dongkrak Pariwisata
Wagub Jatim, Emil Dardak takjub saksikan pawai ogoh-ogoh (Foto: Humas Pemprov Jatim)
A
A
A

WAKIL Gubernur (Wagub) Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak menyebutkan jika pawai ogoh-ogoh menjelang perayaan Nyepi bisa menjadi langkah awal dari Tengger Cultural Festival dan Tengger Cultural Center sehingga diharapkan bisa mendongkrak potensi pariwisata di Kabupaten Pasuruan.

"Daerah ini disebut akan menjadi pusat dari Tengger Cultural Festival dan Tengger Cultural Center, mengingat juga banyaknya masyarakat Suku Tengger di sana dan lokasinya yang dekat dengan Gunung Bromo," katanya saat melepas arak-arakan ogoh-ogoh menjelang perayaan Nyepi Tahun 1945 Saka di Pura Sasana Siwa Murti, Tosari, Pasuruan mengutip ANTARA.

Ia menyampaikan bahwa pawai ogoh-ogoh dapat menjadi pemantik awal bagi minat wisatawan ke Tosari, Pasuruan. Sehingga nantinya, lebih banyak wisatawan akan terus berdatangan ke Tosari dan membangun animo bagi Tengger Cultural Festival dan Tengger Cultural Center.

Infografis Desa Adat Wisata

"Pariwisata itu didasarkan pada tiga dasar yaitu destination, origin dan time. Acara seperti ini adalah momen alami yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat setempat dan membangun animo lebih besar untuk pengembangan ke depannya," ucapnya.

Tengger Cultural Center, kata dia, akan menjadi lokasi wisata budaya yang berisi berbagai peninggalan kebudayaan Suku Tengger, mulai barang hingga miniatur rumah asli Suku Tengger.

"Tengger Cultural Festival dan Tengger Cultural Center ini akan mendorong dan mewujudkan budaya Suku Tengger sebagai salah satu warisan budaya dunia," ucap Emil.

Dikatakannya, melalui Perpres Nomor 80 tahun 2019 yang memuat salah satunya yakni wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

"Maka, kita tentunya harus segera merespons karena ketika ada ruang-ruang yang dapat dimaksimalkan, dan harus dijalankan," kata dia.

Ogoh-Ogoh

Ogoh-Ogoh (Foto: Ist)

Ia berharap, keberadaan Tengger Cultural Festival dan Tengger Cultural Center dapat memberikan alternatif wisata baru kepada wilayah Gunung Bromo yang kapasitasnya sudah sangat terbatas.

"Tantangan yang dihadapi di Bromo adalah keterbatasan kapasitas, semua selalu mencari sunrise (matahari terbit) di penanjakan dan lautan pasir padahal kapasitasnya terbatas. Ini harus dikembangkan untuk menambah alternatif, kami sepakat dengan apa yang disampaikan Bapak Irawan selaku Ketua PHDI Kabupaten Pasuruan bagaimana caranya kalau orang ke Bromo ingat Tosari," tutur Emil.

(Rizka Diputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement