Lakukan:
1. Timing atau pemilihan waktu belanja perlu diperhatikan. Pilihlah waktu berbelanja pada low season agar nyaman, tidak tertular kepanikan dalam hiruk-pikuk keramaian orang, sehingga dapat memilih barang dengan tenang dan teliti.
2. Barang substitusi, berpikir antimainstream dengan memilih barang-barang substitusi yang tidak banyak diburu orang. Dengan begitu tidak banyak pesaing untuk memperolehnya.
3. Incar barang sepi peminat.
Dengan berbelanja di saat low season konsumen dapat leluasa melihat-lihat barang terlebih dulu sebelum memutuskan membeli. Dalam proses pencarian itu kadangkala bisa menemukan barang bagus, namun tidak dikerubuti orang karena luput dari perhatian mereka. Bila sedang beruntung, anda dapat memperoleh barang bagus dengan harga yang tidak mahal.
Hindari:
1. Tren
tidak perlu menjadi pengekor tren, tentukan dan ciptakan gaya hidup anda sendiri, agar tidak selalu kalang kabut dalam perburuan barang yang juga diperebutkan oleh jutaan orang lain.
2. Tertipu promo
Percayalah dalam dunia perniagaan hampir tidak ada yang tulus memberi diskon. Diskon hanyalah istilah penggoda untuk konsumen. Senyatanya, itu hanyalah trik pemasaran, biasanya harga barang diskon telah dinaikkan terlebih dulu lalu seolah-olah ada potongan harga, yang angka akhirnya adalah harga standar barang tersebut. Barang didiskon, biasanya untuk menghabiskan stok gudang karena telah mendekati masa kedaluwarsa. Atau bisa juga karena ada cacat produksi.
3. Beli barang dengan harga tak wajar
Bila harga suatu komoditas telah melambung tinggi melampaui batas kewajaran, maka tinggalkan. Jangan memaksakan membeli barang itu, sesekali beri pelajaran pada spekulan!
(Martin Bagya Kertiyasa)