Menanggapi hipotesa baru para ilmuwan ini, Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan temuan tersebut belum bisa menjadi jawaban valid atas asal-usul pandemi Covid-19.
“Data ini tidak memberikan jawaban pasti tentang bagaimana pandemi Covid-19 ini dimulai. Tetapi setiap data (tetap) penting untuk mendekatkan kita menemukan jawaban soal asal-usul pandemi Covid-19,” ujar Tedros pada konferensi pers Jumat 17 Maret lalu.
Pada kesempatan yang sama, Tedros sempat mengkritik China yang ia nilai tertutup soal informasi, karena tak membagikan informasi genetik sebelumnya. Padahal data itu, dikatakan Tedros bisa dan seharusnya sudah dibagikan sejak tiga tahun lalu.
Dari keterangan Tedros, data genetik diunggah ke database virus publik terbesar di dunia pada akhir Januari oleh para ilmuwan di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China tapi data sejak itu telah dihapus dari database.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.