Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Apa Benar Asal-Usul Covid-19 dari Rakun di Pasar Wuhan?

Dyah Ratna Meta Novia , Jurnalis-Selasa, 21 Maret 2023 |11:17 WIB
   Apa Benar Asal-Usul Covid-19 dari Rakun di Pasar Wuhan?
Rakun (Foto: LRT)
A
A
A

USAI isu kebocoran laboratorium di China sempet terdengar kencang sebagai asal muasal virus penyebab infeksi Covid-19. Kini mencuat kabar keterlibatan hewan rakun sebagai asal mula dari Covid-19.

Hipotesa ini muncul dari para ilmuwan internasional yang memeriksa data genetik, yang sebelumnya ada dari sampel yang dikumpulkan di pasar yang dekat dengan tempat kasus infeksi manusia pertama Covid-19 terdeteksi di China, pasar seafood Huanan di Wuhan setelah kasus manusia pertama Covid-19 ditemukan pada akhir 2019.

 rakun

Tim ilmuwan mengatakan mereka menemukan dugaan bahwa pandemi Covid-19 berasal dari hewan rakun, bukan dari kebocoran laboratorium. Namun sejauh ini, analisa dari tim ilmuwan internasional tersebut belum diverikasi oleh pakar lainnya.

Para peneliti mengatakan, analisis mereka ini adalah indikasi kuat pertama bahwa, ada peluang ada satwa liar yang terinfeksi virus corona di pasar yang berlokasi di Wuhan itu.

 BACA JUGA:

Diungkap Stephen Goldstein, ahli virologi di University of Utah yang terlibat dalam analisis data, beberapa sampel dengan DNA rakun yang dikumpulkan dari sebuah kios, dinyatakan positif Covid-19 dan terlibat dalam perdagangan satwa liar, dikutip dari NBC News.

Namun, disebutkan juga peluang lain, yakni kemungkinan bisa juga manusia lah pertama kali membawa virus ke pasar dan menginfeksi hewan rakun, atau manusia yang terinfeksi kebetulan meninggalkan jejak virus di dekat hewan.

Menanggapi hipotesa baru para ilmuwan ini, Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan temuan tersebut belum bisa menjadi jawaban valid atas asal-usul pandemi Covid-19.

“Data ini tidak memberikan jawaban pasti tentang bagaimana pandemi Covid-19 ini dimulai. Tetapi setiap data (tetap) penting untuk mendekatkan kita menemukan jawaban soal asal-usul pandemi Covid-19,” ujar Tedros pada konferensi pers Jumat 17 Maret lalu.

Pada kesempatan yang sama, Tedros sempat mengkritik China yang ia nilai tertutup soal informasi, karena tak membagikan informasi genetik sebelumnya. Padahal data itu, dikatakan Tedros bisa dan seharusnya sudah dibagikan sejak tiga tahun lalu.

Dari keterangan Tedros, data genetik diunggah ke database virus publik terbesar di dunia pada akhir Januari oleh para ilmuwan di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China tapi data sejak itu telah dihapus dari database.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement