“Rata-rata kebahagiaan dan skor negara kita untuk emosi dan evaluasi kehidupan sangat stabil selama tiga tahun Covid-19,” kata John Helliwell, salah satu penulis studi.
“Laporan tersebut menunjukkan peningkatan prososialitas, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kami melihat di tahun kedua pandemi, ada berbagai bentuk kebaikan sehari-hari. Contohnya membantu orang asing, memberi amal dan menjadi sukarelawan, ini melebihi tingkat pra-pandemi ” tambah Lara Aknin salah satu penulis lainnya.
Meski demikian, penting untuk diingat bahwa sebagian orang merasa tidak bahagia (karena situasi pandemi), dan kelompok yang termasuk orang-orang yang paling terdampak contohnya tunawisma, tidak termasuk sebagai sampel studi ini.
(Rizky Pradita Ananda)