Harus dipahami, bahwa penglihatan adalah salah satu modalitas penting untuk membentuk kualitas sumber daya manusia yang baik,” tegas dr. Nila
Disebutkan lebih lanjut, tim peneliti juga sempat melakukan pendalaman persepsi dari data survei ini kepada beberapa guru dan orangtua. Hasil survei menunjukkan, sehari-hari guru memang kerap mendapati murid-murid harus berjuang keras karena kesulitan membaca tulisan di papan tulis, memicingkan mata, hingga mendekatkan buku bacaan ke arah mata agar bisa melihat lebih jelas.
Sebagai solusi, telah dilakukan pemberian kacamata gratis bagi para murid yang terdiagnosis. Namun dr. Nila mengingatkan, sekedar hanya memberikan kacamata sebagai alat bantu melihat saja belumlah cukup
“Dukungan edukasi juga wajib dilakukan, terutama untuk memastikan agar anak tetap patuh pakai kacamata dan tidak malu (pakai kacamata) karena ada stigma atau potensi perundungan di sekolah,” pungkas dr. Nila
(Rizky Pradita Ananda)