Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pola Asuh Jadi Salah Satu Penyebab Obesitas Anak Meningkat Selama Pandemi

Syifa Fauziah , Jurnalis-Senin, 13 Maret 2023 |10:54 WIB
Pola Asuh Jadi Salah Satu Penyebab Obesitas Anak Meningkat Selama Pandemi
Pola asuh menjadi salah satu penyebab meningkatnya obesitas pada anak. (foto: Istimewa)
A
A
A

PANDEMI Covid-19 yang terjadi sejak awal 2020 lalu itu tentu saja mengubah gaya hidup seseorang. Mulai dari aktivitas hingga memberikan pola asuh pada anak.

Bahkan sebuah studi menyebut kasus obesitas meningkat selama pandemi Covid-19. Studi tersebut dilakukan oleh oleh Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC) menemukan, kasus obesitas pada anak dan remaja meningkat dibandingkan sebelum pandemi Covid-19.

Obesitas pada anak

Kementerian Kesehatan RI juga mengungkapkan kekhawatiran mengenai peningkatan kasus obesitas anak akibat pandemi. Dokter spesialis anak konsultan endokrinologi, dr Frida Soesanti Sp.A(K) menjelaskan sebagian besar kasus obesitas pada anak disebabkan oleh faktor eksogen (dari luar).

“Penyebabnya, makan berlebihan dan kurang aktivitas fisik,” ujar dr Frida dalam keterangan resminya, Senin (13/3/2023).

Aktivitas anak terbatas di rumah saja. Untuk mengatasi rasa bosan pada anak, tak jarang orang tua berusaha menyenangkan anak dengan membelikan makanan tinggi kalori, ataupun minuman manis.

“Sementara itu, sebagian besar waktu anak dihabiskan dengan gawai. Akhirnya kalori yang masuk melebihi kalori yang keluar,” imbuhnya.

Alhasil, perlahan tapi pasti anak pun menggemuk. Meski pandemi sudah mulai terkendali, sayangnya kebiasaan makan yang kurang baik serta minimnya aktivitas fisik selama pandemi, terlanjur terbentuk. Butuh keseriusan dari orang tua untuk mengembalikan pola makan anak menjadi lebih sehat, serta mendorong mereka untuk lebih aktif.

“Perbaikan pola makan tidak ada gunanya tanpa aktivitas fisik. Tidak perlu ambisius dengan olahraga khusus. Ajak anak bergerak selama 30 menit sudah cukup. Ketika endurance sudah baik, baru ditambah intensitasnya,” tuturnya dr Frida.

Baru-baru ini, mencuat kasus anak berusia 16 bulan yang mengalami obesitas dan kental manis dituding menjadi penyebabnya. Menurut dr. Frida, tidak ada satu makanan tunggal yang bikin gemuk.

 Obesitas pada anak

“Tidak ada. Prinsipnya adalah makanan yang masuk berlebihan, dan hanya sedikit yang dikeluarkan,” tegasnya.

Menurut dr Frida, pada dasarnya, semua bahan makanan boleh-boleh saja dikonsumsi, asalkan sesuai dengan peruntukan usia, dan tidak berlebihan. Yang perlu diperhatikan, dalam parenting, orang tua pun harus memiliki kebiasaan yang baik terkait makanan.

Misalnya, cermat membaca label. Pada label kental manis, sudah tertulis bahwa produk tersebut tidak untuk menggantikan ASI, tidak cocok untuk bayi sampai usia 12 bulan, dan tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya sumber gizi.

“Tak perlu menyalahkan ibu maupun keluarga dari bayi yang mengalami obesitas. Sebaliknya, kita bisa menjadikan kasus ini sebagai pembelajaran dan refleksi mengenai pola asuh yang kita terapkan kepada anak,” tutup dr Frida.

(Vivin Lizetha)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement