Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Apa Itu Inner Child dan Cara Mengatasi Luka yang Tertinggal?

Destriana Indria Pamungkas , Jurnalis-Kamis, 09 Maret 2023 |07:36 WIB
Apa Itu Inner Child dan Cara Mengatasi Luka yang Tertinggal?
Ilustrasi (Foto: Reuters)
A
A
A

JAKARTA- Apa itu inner child dan cara mengatasi luka yang tertinggal? Pertanyaan tersebut akan menjadi pembahasan yang menarik pada artikel kali ini. Mungkin sebagian dari Anda sudah tidak asing lagi dengan istilah inner child.

Istilah ini sering disebut-sebut sebagai cikal bakal terbentuknya perilaku-perilaku seseorang ketika dewasa, seperti mudah cemburu, gampang marah, mudah iri, dan lain-lain.

Bagi yang belum tahu apa itu inner child dan cara mengatasi luka yang tertinggal? Simak informasinya berikut ini.

Apa itu Inner Child?

Sikap

Melansir dari laman Lionhearted Counselling LLC dan beberapa sumber lain, Senin (6/3/2023), inner child merupakan bagian dari diri seseorang yang telah ada sejak mereka masih kecil. Namun, setiap individu memiliki inner child yang berbeda-beda karena hal ini dipengaruhi dari pengalaman setiap individu di masa lalu.

Pasalnya, inner child merupakan bagian dari alam bawah sadar yang menyimpan emosi, ingatan, keyakinan, harapan, dan impian untuk masa depan. Bagian ini tidak ikut tumbuh dewasa dan terus menggenggam ingatan dan emosi Anda di masa kecil.

Namun, perlu diketahui jika inner child bisa menyerap energi positif maupun energi negatif. Yang perlu diperhatikan adalah ketika inner child menyerap energi negatif sehingga membuatnya terluka. Karena inner child yang terluka akan mempengaruhi perilaku seseorang ketika mereka dewasa.

Penyebab Inner Child Terluka

Inner child dapat terluka ketika di masa kecil seseorang mengalami hal-hal yang tidak mengenakan dan menyebabkan luka batin, seperti mengalami siksaan, trauma, pengabaian, kebutuhan emosional yang tidak terpenuhi, penyakit, tumbuh dalam keluarga yang berantakan, atau kehilangan teman masa kecil.

Luka yang disebabkan oleh kejadian di masa lalu ini bisa meluap kapan saja dengan cara yang tak terduga. Manifestasi dari rasa sakit di masa kanak-kanak ini bisa berupa perilaku ketidakdewasaan, rendah diri, sulit mengelola kebencian, sulit mengandalikan emosi, kecanduan, mudah emosi, dan lain-lain.

Cara Mengatasi Luka yang Tertinggal

Untuk mengatasi luka yang tertinggal, Anda tentu harus terhubung dengan inner child dalam diri Anda. Tujuannya adalah untuk memahami apa yang memperkuat kecemasan serta pola pikir di masa dewasa ini.

Berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi luka yang tertinggal:

-Melakukan meditasi

Meditasi bagus digunakan untuk kesehatan fisik dan mental. Cara ini juga bisa dilakukan untuk mengontrol emosi, sehingga Anda bisa lebih menerima dan mengakui perasaan-perasaan yang muncul dalam diri Anda.

-Menemui psikolog

Seseorang yang memiliki inner child yang terluka umumnya akan menunjukan emosi negatif dan kesulitan dalam memahami diri sendiri. Oleh karena itu, jika Anda kesulitan mengenali diri sendiri bisa mencari pertolongan dengan berkonsultasi dengan psikolog.

-Menulis jurnal

Tidak semua orang dengan inner child bisa mengatakannya dengan orang lain. Jika Anda dalam posisi seperti ini, Anda bisa memanfaatkan media jurnal untuk melepaskan emosi yang ada. Tuliskan hal-hal yang ingin Anda rubah, seperti perasaan, respon, maupun sikap.

(RIN)

(Rani Hardjanti)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement