TIGA tahun pandemi Covid-19 berjalan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) masih getol mengulik mengidentifikasi penyebab asal merebaknya pandemi Covid-19.
Merujuk laporan The Wall Street Journal, langkah ini dilakukan setelah Departemen Energi AS, menilai merebaknya virus penyebab Covid-19 yang pada akhirnya menyebabkan pandemi kemungkinan besar muncul karena adanya kebocoran laboratorium di China, yang mana hal ini sudah dibantah oleh China, dikutip dari Reuters, Senin (6/3/2023).
Hipotesa Departemen Energi AS, dikutip dari laporan The Wall Street Journal, tertuang dalam laporan intelijen rahasia yang baru-baru ini diberikan kepada Gedung Putih dan anggota kunci Kongres oleh Departemen Energi AS.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengaku dirinya sudah menyurati dan berkomunikasi dengan para petinggi China terkait isu ini.
“Saya sudah menulis dan berbicara dengan para pemimpin tingkat tinggi China, di beberapa kesempatan pada beberapa pekan yang lalu. Semua hipotesis tentang asal-usul virus tetap ada," kata Tedros.
Tedros menegaskan, WHO masih akan terus mencari asal-usul pandemi.
"Saya ingin memperjelas bahwa WHO tetap berusaha untuk mengidentifikasi asal-usul pandemi Covid-19," tegasnya.
Sementara itu, empat lembaga AS lainnya, bersama dengan panel intelijen nasional, masih menganggap virus Covid-19 kemungkinan besar merupakan hasil dari penularan alami, sementara dua lembaga lainnya belum memutuskan pernyataannya.