Para peserta menemukan timbunan itu sambil berjalan di sepetak tanah tempat mereka melakukan pelatihan. Kemudian mereka melaporkan temuan tersebut kepada ALSH. Para tim arkeolog kemudian menggali situs tersebut untuk mengungkapkan barang-barang apa saja yang ada di dalamnya, termasuk benda perak dan emas dengan potongan tekstil yang diawetkan. Salah satu temuan yang paling berharga dalam timbunan itu adalah anting-anting berlapis emas.
“Mereka mungkin berasal dari satuan waktu sekitar dan setelah 1100 dan merupakan tradisi pandai emas Bizantium,” kata Ickerodt.

Dalam timbunan itu juga terdapat tiruan koin Islam dinar emas Almohad yang telah dibuat menjadi bros. Kekhalifahan Almohad adalah dinasti Muslim yang memerintah Spanyol selatan dan Afrika Utara antara abad ke-12 dan ke-13. Sebanyak 30 koin perak itu diketahui telah dicetak pada masa Raja Denmark Valdemar II, menunjukkan bahwa timbunan itu dikubur beberapa waktu setelah tahun 1234.
BACA JUGA:Hebat! Desainer Perhiasan Indonesia Menangkan Kompetisi Bergengsi Kelas Dunia
Penemuan timbunan jarang terjadi di Schleswig-Holstein. Tidak ada kejelasan apakah barang-barang tersebut milik sendiri atau hasil curian. Namun Ickerodt menduga timbunan itu pasti tidak diletakkan secara kebetulan.
(Vivin Lizetha)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.