MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mendorong Kabupaten Kuningan di Jawa Barat untuk mengembangkan produk pariwisata dan ekonomi kreatif melalui konsep pariwisata berbasis komunitas (community based tourism).
"Potensi wisata tersebut jika pengembangannya melibatkan sumber daya manusia lokal, ekonomi di daerah tersebut juga ikut meningkat dan lebih sejahtera. Apalagi pengembangan pariwisata berbasis komunitas ini sejalan dengan pariwisata berkelanjutan," kata Sandi mengutip ANTARA.
Kabupaten Kuningan, lanjut dia, memiliki daya tarik wisata yang beragam, mulai dari wisata sejarah dengan Perjanjian Linggarjati, wisata alam dengan Taman Nasional Gunung Ciremai, serta wisata edukasi dan dirgantara J&J berbasis komunitas yang dikunjunginya ini, mampu menarik dua ribu pengunjung dalam sepekan serta mampu membuka lapangan pekerjaan yang lebih banyak.

Terkait potensi ekonomi kreatif di Kuningan, menurutnya sangat besar, yang dilihat dari sejumlah produk seperti produk olahan ubi jalar dan tepung ubi yang berhasil diekspor ke Malaysia, Hong Kong, dan Jepang.
Karena itu, dirinya mengajak masyarakat Kabupaten Kuningan untuk berkolaborasi memastikan kebangkitan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di kota kuda ini.
"Target Presiden adalah 1,4 miliar pergerakan wisatawan Nusantara pada tahun ini. Ini dapat diwujudkan apabila kita semua berkolaborasi. Kita juga memerlukan daya tarik wisata yang dikemas dengan pendekatan pariwisata berbasis masyarakat agar dampak ekonomi dirasakan secara merata," imbuhnya.