Ironisnya, laporan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menyebutkan, sepsis adalah penyebab utama kedua kematian terkait kehamilan di AS, setelah kondisi penyakit kardiovaskular.
Dalam kasus yang dialami Krystina, diungkap sang suami Jacob Pacheco, syok septik yang dialami istrinya itu sudah mulai memengaruhi jantung, paru-paru dan ginjalnya. Maka dari itu, dalam waktu secara bersamaan, Krystina menjalani treatment dialisis untuk membantu ginjalnya dan pada mesin ECMO, alat penyelamat yang menghilangkan karbon dioksida dari darah dan mengirim kembali darah dengan oksigen ke tubuh, memberikan waktu bagi jantung dan paru-paru untuk beristirahat dan bisa sembuh.
“Dokter saat itu mengatakan persentase istri saya untuk bisa tetap hidup hanya 20 persen, itu sangat mengerikan,” ujar Jacob.
Selama dua minggu Krystina harus dirawat di unit perawatan intensif dan dialisis dengan mesin ECMO. Untungnya, pada pertengahan November 2022, kondisi kesehatannya mulai ada peningkatan, sehingga dokter bisa mengeluarkan selang pernapasannya sehingga perempuan tersebut bisa berbicara.
(Foto: ABC News)