Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Diminati Turis, Begini Cara Bikin Kerajinan Ukir Daun Lontar Khas Tenganan Bali

Najwa Avifah Octavia , Jurnalis-Jum'at, 24 Februari 2023 |18:00 WIB
Diminati Turis, Begini Cara Bikin Kerajinan Ukir Daun Lontar Khas Tenganan Bali
Perajin ukiran daun lontar di Desa Tenganan, Karangasem, Bali. (ANTARA/Pungkas Dwitanto)
A
A
A

KERAJINAN ukir daun lontar asal Desa Adat Tenganan, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali, diminati wisatawan mancanegara (wisman) untuk dijadikan hiasan di rumah. Proses pembuatan ukiran ini meliputi tiga tahap. Apa saja?

“Saya hanya jualan di sini saja, biasanya yang banyak beli itu turis asing, ada juga lokal yang minat tapi jarang. Seringnya dari Eropa, Prancis, Inggris, Jerman tapi tergantung orangnya banyak yang berkunjung dari mana. Soalnya kalo bulan Juni, Juli, Agustus itu banyak orang Eropa yang pergi ke sini buat liburan lama,” kata Wayan Tumben, perajin ukiran daun lontar di Karangasem seperti dilansir dari ANTARA, Jumat (24/2/2023).

Saat Desa Adat Tenganan ramai dikunjungi turis, Wayan Tumben mampu menjual dua sampai tiga buah kerajinan ukiran daun lontar dalam satu minggu. Di saat itulah dirinya mampu meraup omzet mencapai Rp500 ribu hingga Rp1 juta.

 BACA JUGA:Viral! Sepasang Bule Saling Peluk Pangku di Atas Motor di Jalanan Bali, Netizen Geram

Wayan Tumben menjual kerajinan ukir daun lontar dengan harga yang bervariasi tergantung ukuran dan detail kerumitan gambar.

Untuk yang berukuran kecil biasanya digunakan sebagai pembatas buku, dijual dengan harga Rp50 ribu per buah hingga yang berukuran besar dengan gambar cerita Ramayana dijual dengan harga Rp2,5 juta per buah.

 

Cara pembuatannya

Proses produksi daun lontar hingga siap diukir meliputi tiga tahap untuk mendapatkan hasil yang awet. Pada tahap pertama, daun lontar dipadatkan menggunakan alat penekan, kemudian direbus, dan yang terakhir dijemur hingga kering memanfaatkan sinar matahari.

 BACA JUGA:Sejarah Stasiun Wates dan Kisah di Balik Instrumen Lagu Sepasang Mata Bola

Setelah rangkaian proses tersebut selesai dilakukan, barulah daun lontar dapat diukir menggunakan pisau ukir sesuai dengan gambar yang telah ditentukan.

“Tidak mungkin kita bikin sendiri, kita buat ukiran ini juga kerja sama dengan teman, soalnya prosesnya lama. Jadi misalkan nanti ada tamu yang beli banyak kita tidak kehabisan stok ukiran,” kata Wayan yang telah menekuni kerajinan ukir daun lontar dari tahun 1991.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement