PEMBERITAAN terkait meninggalnya Pendiri Sioux Indonesia, Aji Rachmat Purwanto yang meregang nyawa usai digigit ular jenis king cobra saat dalam sesi pelatihan belum lama ini, ramai menghiasi pemberitaan media.
Belajar dari kasus yang dialami oleh almarhum Aji, timbul pertanyaan di benak publik awam, jika mengalami kasus serupa dan butuh pengobatan cepat, apakah Indonesia sendiri sudah punya obat penawar atau anti bisa dari ular?
Sayangnya, sebagaimana diinformasikan Kepala Biro Komunikasi Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, obat penawar anti bisa hewan ular jumlahnya masih begitu terbatas.
"Iya saat ini masih (hanya tersedia) di pusat sebagian stok, di Rumah Sakit Provinsi," kata dr. Nadia dalam keterangannya diterima MNC Portal, dikutip Senin (20/2/2023).
Dokter Nadia lebih lanjut menjelaskan, obat penawar anti bisa ular yang dimiliki Indonesia, sejauh ini tersedia dalam tiga jenis yaitu King cobra antivenom, Neuro polivalent (Thailand) antivenom, dan Daboia Siamensis anti venom.
"Saat ini anti venom yang kita beli baru ada di pusat, itupun baru 3 jenis antivenom,” imbuhnya.
Pada tahun ini, dalam pengadaan obat penawar bisa ular, Kementerian Kesehatan akan menyalurkan langsung ke Provinsi.
“Untuk pengadaan yang tahun 2023, antivenomnya akan langsung didistribusikan ke Provinsi," pungkas dr. Nadia singkat.
Merujuk pada kondisi di lapangan, obat antivenom bisa ular yang masih begitu terbatas ketersediaannya. Sudah sepatutnya, kita memahami bagaimana cara pertolongan pertama saat tergigit ular berbisa sebagai langkah antisipasi, langkah-langkah ini bisa dilakukan sambil menunggu bantuan darurat dari tenaga medis datang. Berikut langkah-langkahnya, dikutip dari laman resmi John Hopkins Medicine.
1. Cuci area yang digigit: Cuci area yang digigit pakai sabun dan air dan jaga agar area yang digigit tetap diam dan lebih rendah dari jantung.
2. Tutupi: Tutupi area tubuh yang tergigit tersebut dengan kompres dingin yang bersih atau balutan lembap, untuk meredakan pembengkakan dan rasa tak nyaman.
3. Pantau pernapasan: Pantau sistem pernapasan dan detak jantung korban. Wajib lepaskan semua cincin, jam tangan, dan pakaian. Jika terjadi pembengkakan, sebaiknya catat waktu gigitan, agar nantinya hal penting ini bisa dilaporkan ke tenaga medis gawat darurat
BACA JUGA:Ular King Korba Tewaskan Pendiri Sioux Indonesia, Ahli Kesehatan Soroti Ini!
BACA JUGA:Berebut Tempat Tidur di RS, Pasien Covid-19 di China Harus Pakai Jalur Orang Dalam
4. Hindari sedot racun: Ingat! Tidak diperbolehkan menyedot racun ularnya! Jika memungkinkan, coba untuk menggambar lingkaran di sekitar area yang terkena dan tandai waktu gigitan dan reaksi awal.
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.