Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ular King Korba Tewaskan Pendiri Sioux Indonesia, Ahli Kesehatan Soroti Ini!

Kevi Laras , Jurnalis-Minggu, 19 Februari 2023 |13:07 WIB
Ular King Korba Tewaskan Pendiri Sioux Indonesia, Ahli Kesehatan Soroti Ini!
Ilustrasi. (foto: Independent)
A
A
A

KABAR meninggalnya Pendiri Sioux Indonesia mengejutkan pecinta ular dan masyarakat umum. Lantaran diketahui, ia sempat dibawa ke Rumah Sakit dan akhirnya meninggal dunia, akibat tergigit ular King Cobra.

Menurut ahli spesialis penyakit dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Ari Fahrial Syam menyinggung keselamatan seseorang tergigit ular berbisa (seperti King Cobra) membutuhkan penawar atau antidotum bisa ular.

 Digigit ular

Namun, Prof Ari menjelaskan kembali lagi dengan ketersediaan antidotum di Rumah Sakit tersedia atau tidak. Di mana tidak semua antidotum cocok untuk semua jenis bisa ular, sehingga perlu disesuaikan untuk menyelamatkan pasien.

"Maka yang jadi masalah adalah apabila kita tidak memiliki antidotum atau obat anti bisa tersebut. Jadi masalah kalau memang di rumah sakit tersedia anti bisa dan kebetulan juga cocok dengan bisa ular tersebut tentu pasien bisa tertolong, tapi kalau tidak tentu akan menjadi masalah," jelas Prof Ari kepada MNC Portal, beberapa waktu lalu.

Sehubungan dengan ini, ia meminta agar masyarakat lebih berhati-hati karena memang berbahaya. Sebab gigitan dari ular bisa, jika tidak diselamatkan segera bisa fatal akibatnya.

Sebagaimana diketahui, setelah digigit ular, kondisi seseorang akan berproses untuk sampai ke kondisi kritis. Melansir dari Hopkins bahwa gejala pasca tergigit ular berbisa, seperti keluarnya luka berdarah, pendarahan yang berlebihan dan kesulitan dengan pembekuan darah, tanda taring di kulit dan bengkak di lokasi gigitan, perubahan warna, seperti kemerahan dan memar, kejang, pusing, penglihatan kabur sampai pingsan,dll.

"Kalau sistem pernapasan mungkin bisa digantikan ventilator, tapi kalau diserang saraf otak Ya kalau dalam waktu sekejap semua mungkin bisa terganggu. Jadi sekali lagi memang paling bahaya di dalam gigitan bisa ular adalah, apabila kita ke rumah sakit tidak mempunyai anti bisa ular tersebut, karena bisa menyebabkan kondisi pasien bisa fatal sampai menurun atau kematian ya," jelas Prof Ari

Sehubungan dengan ketersediaan antidotum bisa ular, Kepala Biro Komunikasi Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi menyebutkan memang ketersediaan antidotum masih terbatas. Sebab hanya tersedia di Rumah Sakit pusat (Provinsi).

"Iya saya ini masih di Pusat sebagian Stok, di Rumah Sakit Provinsi," kata dr Nadia dalam keterangannya diterima MNC Portal, Minggu (19/2/2023).

(Vivin Lizetha)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement