Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menyimpan Kisah Pilu Tragedi Bintaro 1987, Begini Sejarah Berdirinya Stasiun Sudimara

Najwa Avifah Octavia , Jurnalis-Senin, 20 Februari 2023 |07:01 WIB
Menyimpan Kisah Pilu Tragedi Bintaro 1987, Begini Sejarah Berdirinya Stasiun Sudimara
Stasiun Sudimara (Foto: Instagram/@joeckowow)
A
A
A

Tragedi Maut Bintaro 1987

Dalam kecelakaan maut di Bintaro pada Senin, 19 Oktober 1987, Stasiun Sudimara menjadi titik pemberangkatan terakhir KA lokal 225 Rangkasbitung-Jakarta Kota sebelum bertabrakan dengan KA Patas tujuan Merak.

Pada tragedi berdarah itu, 2 kereta api yakni kereta api ekonomi patas KA 220 jurusan Tanah Abang-Merak, dan kereta api ekonomi cepat KA 225 jurusan Rangkasbitung-Tanah Abang saling bertabrakan. Akibatnya, sebanyak 139 penumpang tewas dan ratusan lainnya terluka.

Kala itu memang rel kereta api dari Stasiun Tanah Abang hingga Stasiun Rangkasbitung masih satu jalur, sehingga membuat 'si ular besi' harus bergantian melintasinya.

20 tahun pasca-kecelakaan paling diingat itu, Presiden RI baru menggagas proyek double track lintas Stasiun Sudimara pada 4 Juli 2007.

Tragedi Bintaro 1987

(Foto: Instagram/@mwv.mystic)

Saat ini Stasiun Sudimara memiliki 3 jalur dengan KRL line rute Tanah Abang-Serpong-Maja dan kereta api lokal Patas Merak, sebagai tempat awal bepergian maupun perhentian.

Selain itu, terdapat kereta ekonomi lain yang melintas langsung melewati Stasiun Sudimara yaitu Rangkas Jaya (Tanah Abang-rangkasbitung), Kalimaya (Tanah Abang-Merak), Krakatau (Merak-Madiun), dan kereta barang.

(Rizka Diputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement