Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kenapa Stasiun Surabaya Kota Disebut Stasiun Semut?

Destriana Indria Pamungkas , Jurnalis-Minggu, 19 Februari 2023 |10:03 WIB
Kenapa Stasiun Surabaya Kota Disebut Stasiun Semut?
Stasiun Surabaya Kota. (Foto: Jamaluddin FN/Wikipedia)
A
A
A

KENAPA Stasiun Surabaya Kota disebut Stasiun Semut? Pertanyaan ini mungkin lazim terdengar karena apa hubungannya stasiun yang terletak di Kelurahan Bongkaran, Kecamatan Pabean Cantian, Kota Surabaya ini dengan semut.

Stasiun Surabaya Kota merupakan situs cagar budaya peninggalan pemerintah kolonial Hindia Belanda yang masih berfungsi dengan baik untuk turun-naik penumpang kereta api sampai kini.

 BACA JUGA:Inilah 5 Kereta Api dengan Rute Terpanjang di Indonesia, Sudah Pernah Naik?

Layanan kereta api di Indonesia sudah eksis sejak zaman Hindia Belanda. Untuk melancarkan lalu lintas lokomotif, maka butuh pemberhentian untuk naik-turun penumpang maupun barang. Stasiun Surabaya Kota salah satu contohnya.

Uniknya, stasiun ini dijuluki sebagai Stasiun Semut oleh masyarakat.

 

Ihwal dijuluki Stasiun Semut ternyata tak ada kaitan dengan hewan serangga sosial alias semut. Tapi, sebutan ini ditabalkan karena Stasiun Surabaya Kota terletak di Kampung Semut.

Lokasi tersebut dipilih untuk dijadikan stasiun karena dekat dengan Wonokromo dan Pelabuhan Tanjung Perak.

 BACA JUGA:Kereta Api Wijayakusuma: Sejarah, Rute, dan Harga Tiket

Mengutip dari Wikipedia, Stasiun Semut merupakan stasiun pertama yang dimiliki oleh Staatsspoorwegen (SS), yakni operator kereta api yang dimiliki oleh Pemerintah Hinda Belanda.

Pada saat itu, Pemerintah Hindia Belanda membangun stasiun ini ketika jalur kereta api dari Surabaya-Malang dan Pasuruan tengah dirintis di tahun 1870-an.

Tujuannya ntuk memudahkan dalam mengangkut hasil bumi dan perkebunan dari beberapa daerah di Jawa Timur.

Pada saat itu, Stasiun Semut difungsikan sebagai stasiun akhir di Kota Surabaya dari jalur kereta api bagian selatan yang menghubungkan beberapa kota, seperti Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta. Serta bagian timur yang menghubungkan Surabaya dengan Malang, Probolinggo, Jember, dan Banyuwangi.

Namun, saat ini semua jalur tersebut telah dialihkan ke Stasiun Surabaya Gubeng dan Stasiun Semut kini menjadi tempat cagar budaya yang telah diresmikan oleh Wali Kota Surabaya pada 16 September 1996 silam.

 Ilustrasi

Fakta lain mengenai Stasiun Semut adalah banyak yang belum mengetahui jika stasiun yang masuk ke dalam Daop 8 ini merupakan tempat di mana terdapat ujung rel kereta api jalur selatan berada.

Demikian alasan kenapa Stasiun Surabaya Kota disebut Stasiun Semut.

(Salman Mardira)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement