LEMBAH Nirbaya di Pulau Nusakambang, Cilacap, Jawa Tengah adalah tempat eksekusi terpidana mati paling terkenal di Indonesia. Ada sejumlah penjahat kelas kakap yang menemui ajal di 'lembah kematian' ini.
Lembah Nirbaya dianggap salah satu tempat paling angker karena berada di tengah hutan, di kelilingi pepohonan dan semak belukar yang jadi sarang hewan buas bahkan ular. Lembah ini juga beraura mistis.
Berikut 4 fakta Lembah Nirbaya yang dirangkum dari beberapa sumber.
BACA JUGA:Bikin Merinding, Begini Kisah Hantu Mbah Sukur si Penjaga Nusakambangan
Penjara di Pulau Nusakambang
Lembah Nirbaya dulu adalah penjara milik pemerintah kolonial Hindia Belanda yang dibangun pada 1912 dengan kapasitas sekitar 750 orang.
Penjara ini kemudian ditutup oleh pemerintah Indonesia pada 1986 dan kini hanya menyisakan puing-puing reruntuhan sisa peninggalan Belanda yang dibiarkan begitu saja.
Lokasi Eksekusi Terpidana Mati
Sudah banyak terpidana mati yang dieksekusi oleh tim algojo di Lembah Nirbaya. Sebelum deeksekusi mati, para narapidana akan ditahan dulu di Lapas Nusakambang. Kemudian dibawa ke Lembah Nirbaya pada malam hari.
BACA JUGA:Mengenal Kawuk, Makhluk Pemakan Jasad Manusia di Pulau Nusakambangan
Prosesi eksekusi biasanya dilakukan oleh regu tembak terlatih berjumlah 12 orang. Napi yang dieksekusi diikat di pohon atau tiang dengan wajah tertutup. Tim eksekutor akan berbaris 12 orang menunggu aba-aba siap tembak. Dari 12 orang itu, hanya 3 senapan berisi peluru tajam, sisanya hampa.
Begitu ada aba-aba, tim akan menembak sasaran tepat di jantungnya. Jika terpidana tidak mati dalam satu menit, maka diadakan penembakan kedua di bagian kepala.