Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Nyale, Kuliner Khas Lombok yang Cuma Ada Setahun Sekali

Martin Bagya Kertiyasa , Jurnalis-Senin, 13 Februari 2023 |17:34 WIB
Nyale, Kuliner Khas Lombok yang Cuma Ada Setahun Sekali
Nyale. (Foto: Antara)
A
A
A

INDONESIA memang memiliki banyak sekali kebudayaan dari berbagai daerah, mulai dari kepercayaan adat hingga kuliner yang beragam. Setiap daerah pun memiliki kuliner khas mereka masing-masing.

Salah satu kuliner yang banyak dicari orang adalah kuliner khas Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Lombok memang menjadi salah satu destinasi wisata favorit banyak orang, lantaran keindahan alamnya yang belum banyak campur tangan manusia.

Nah, jika Anda mampir ke Lombok, ada hidangan yang harus Anda coba yakni nyale. Nyale merupakan hidangan spesial khas masyarakat setempat yang biasa dinikmati sekali dalam satu tahun, yakni pada Festival Bau Nyale yang tahun ini jatuh pada Februari.

Nyale

"Saat waktunya tiba, masyarakat Lombok akan berbondong-bondong memburu Nyale di sejumlah pantai, salah satunya Pantai Seger Kuta," kata peneliti Ilmu Kajian Budaya Universitas Pendidikan Mandalika Lalu Ari Irawan seperti dilansir dari Antara.

Hidangan itu bisa unik karena sedikit berbeda dengan kuliner di Lombok pada umumnya. Nyale adalah bahasa lokal untuk hewan sejenis cacing laut. Hidangan laut itu bisa diolah menjadi berbagai santapan. Warga lokal biasa menyajikan nyale dalam bentuk pepes, goreng, atau menjadi hidangan berkuah santan.

Bak sashimi ala Jepang, beberapa dari mereka juga senang nyale mentah. Rasa nyale cukup unik, aromanya serupa dengan makanan laut pada umumnya. Tekstur nyale yang telah dimasak mirip pula seperti hati ayam, dibalut dengan bumbu rempah khas Lombok yang pedas dan lezat.

Nyale bukan sekedar hidangan, masakan ini memiliki sejarah panjang yang berasal dari cerita legenda lokal "Putri Mandalika" yang dipercayai oleh masyarakat Lombok.

Putri Mandalika menceburkan diri ke laut akibat suatu permasalahan yang pernah ada pada masa kerajaan di Lombok. Konon setelah sang putri tenggelam di laut, muncul binatang kecil yang jumlahnya sangat banyak, yang kini disebut sebagai Nyale.

Masyarakat Lombok percaya bahwa binatang itu adalah jelmaan Putri Mandalika. Keteika Festival Bau Nyale tiba, mereka akan berlomba-lomba mengambil binatang itu sebanyak-banyaknya untuk diolah menjadi ragam hidangan sebagai simbol rasa cinta kasih.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement