Bahkan Committee on Nutrition and the Council on Sports Medicine and Fitness AAP di tahun 2018 sudah mmenyimpulkan bahwa kafein sejatinya tidak boleh punya tempat, alias tak boleh termasuk dalam menu asupan anak-anak dan remaja.
Secara efeknya untuk kesehatan, untuk bayi dan balta efek kopi tidak sama dengan pada orang dewasa. Jika pada orang dewasa, minum kopi membuat jadi lebih alert atau waspada dan membuat segar, karena tubuh orang dewasa bisa memproses kafein dengan lebih efektif.
Namun tidak demikian dengan bayi dan anak-anak, karena tubuh bayi dan anak kecil tidak bisa memproses kafein dengan mudah. Asupan kafein dalam jumlah kecil saja bisa memengaruhi fungsinya, karena tubuh bayi dan anak yang masih kecil.
Tak heran, bayi disebutkan kemungkinan bisa bereaksi terhadap kafein dengan bertindak gelisah, cemas, atau mudah tersinggung bahkan berpeluang juga untuk mengalami gejala seperti kolik.
Mengutip laman resmi John Hopkins All Children, dijelaskan ahli gizi penelitian, Diane Vizthum, M.S., R.D., terlalu banyak konsumsi kafein bisa menyebabkan masalah seperti meningkatnya kecemasan, peningkatan denyut jantung dan tekanan darah, refluks asam dan gangguan tidur dan patut diingat kalau terlalu banyak kafein itu berbahaya bagi anak-anak, dan dalam dosis yang sangat tinggi, bisa menjadi racun di tubuhnya.
BACA JUGA:Mata Silinder Tapi Tak Mau Pakai Kacamata, Ini Loh 3 Bahayanya
BACA JUGA:Kenali Yuk, Bahaya Bayi Diberi Minum Kopi Susu Sachet
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.