VALENTINE’S Day atau Hari Kasih Sayang diperingati setiap 14 Februari. Awalnya perayaan Valentine bertujuan untuk ‘mengkristenkan’ tradisi Romawi kuno bernama Lupercalia sebagai bentuk penghormatan pada dewa kesuburan. Valentine dulu dirayakan dengan hal-hal berbau seks.
Valentine juga dirayakan untuk mengenang pendeta Roma bernama St. Valentine yang dihukum mati oleh Kaisar Claudius II pada 14 Februari 270 Masehi, karena ketahuan menikahkan pasangan muda secara diam-diam, padahal kaisar melarang pria muda menikah karena ingin dijadikan prajurit perang.
Nah, sekarang di kalangan anak muda, Valentine dimaknai sebagai momen mengungkapkan perasaan kepada pasangan.
Dulu Valentine dirayakan hanya di kalangan Kristen negara barat, sekarang sudah membudaya juga di berbagai negara di dunia termasuk negara yang penduduk mayoritas Muslim seperti Indonesia.
Saat Valentine biasanya pasangan kekasih akan saling bertukar hadiah, misalnya bunga, coklat, dan lainnya.

Ilustrasi
Beberapa negara juga punya cara unik tersendiri merayakan Valentine. Berikut beberapa di antaranya, yang dilansir dari Wanderlust :
Lotre Cinta, Prancis
Saat Valentine, warga Prancis yang lajang biasanya akan memanggil teman sesama lajang mereka, sampai semua berpasangan.
Jika pria tidak menyukai pasangannya, maka dia bisa meninggalkannya. Sementara, wanita tersebut akan menunggu pria lain untuk dijadikan pasangannya. Tradisi ini disebut une loterie d'amour, tradisi yang kerap meninggalkan wanita yang tidak dianggap cocok oleh para pria.

Ilustrasi
Namun, menurut aturan tradisi, mereka bisa berkumpul, menyalakan api unggun, dan melempar foto serta barang-barang pria yang menolak mereka.
Sayangnya, pemerintah telah melarang tradisi ini.
Gingerbread, Jerman
Gingerbread atau biskuit jahe tidak hanya jadi hidangan saat Natal di Jerman. Pada perayaan Valentine, para pasangan kekasih akan saling memberikan gingerbread berbentuk hati yang bertuliskan ‘Ich Liebe dich’.

Ilustrasi gingerbread
Nantinya gingerbread akan dilengkapi dengan tali, sehingga bisa disampirkan di bahu orang yang menerimanya.
Menulis Puisi, Norwegia
Para pengagum rahasia akan mengirimkan puisi lucu, yang disebut gaekkebrev kepada orang yang mereka kagumi. Puisi tersebut ditulis anonim. Satu-satunya petunjuk tentang identitas penulis adalah titik yang mewakili setiap huruf pada namanya.
Jika si penerima bisa menebak siapa penulis puisi tersebut, mereka akan mendapatkan Telur Paskah pada saat Paskah.
Namun, jika gagal, maka wanita tersebutlah yang harus memberikan telur pada pria yang mengiriminya puisi.
Hari Pertemanan, Estonia
Salah satu hal yang ditakuti seorang pengagum adalah ketika orang tersebut hanya menganggapnya teman. Tapi, di Estonia Hari Valentine disebut sebagai Sōbrapäev atau “Hari Teman”.
Mereka akan bertukar kartu ucapan dan hadiah dengan tulisan ‘Selamat Hari Pertemanan’.
Mi Hitam untuk Para Lajang, Korea Selatan
Sebenarnya warga Korea Selatan mengekspresikan rasa cinta mereka pada tanggal 14 setiap bulan. Namun, bulan Februari dan Maret menjadi yang terbesar dan paling mewah.
Saat perayaan Hari Valentine, umumnya perempuan akan memberikan coklat kepada lelaki pujaannya.Uniknya, para lelaki yang diberi coklat tersebut akan balas memberi hadiah pada perayaan White Day, pada tanggal 14 Maret.
Satu bulan berikutnya disebut Black Day, hari peringatan untuk orang-orang lajang. Mereka yang tidak menerima hadiah di bulan sebelumnya akan berkumpul, dan makan Jajangmyeon (mi hitam), dengan teman sesama lajang mereka.
Sendok Cinta, Welsh
Hari Valentine dirayakan sedikit lebih awal di Welsh, setiap tanggal 25 Januari. Uniknya mereka akan mengekspresikan cintanya dengan memberikan sendok dengan model hati.
Mengukir sendok untuk diberikan kepada orang yang mereka sukai merupakan tradisi lama yang biasa dikerjakan oleh para lelaki.
Desain pada sendok tersebut biasanya merupakan simbol, dan memiliki petunjuk tersembunyi. Misalnya jumlah manik-manik yang ditempel mewakili jumlah anak yang diharapkan oleh si pria kelak, ketika menikahi pujaannya.
Love Birds, Slovenia
Di Slovenia, Valentine bertepatan dengan awal perayaan musim semi. Di Grigorjeva, ketika bunga bermekaran dan burung-burung berkicau, para wanita akan keluar untuk mencari jawaban tentang pasangan mereka.
Burung pertama yang mereka lihat dipercaya akan memberitahu mereka seperti apa calon suami mereka nanti.
Pesta Cinta, Irak
Warga Kurdi merayakan Valentine dengan mengadakan pesta cinta. Mereka akan mendekorasi apel merah yang menggambarkan cerita cinta Adam dan Eve.
Ini memang sedikit menyimpang dari kisah alkitabiah, bahwa sebuah apel diyakini membawa kemakmuran dan cinta, bukan akhir dari surga duniawi.

Nikah Massal, Filipina
Bagi mereka yang tidak mampu merayakan pernikahan impiannya, mereka bisa menikah di Hari Valentine.
Pada hari itu, seluruh pernikahan akan disponsori oleh pemerintah. Semua persiapan telah disediakan oleh pemerintah, termasuk cincinnya.
Berdansa di Jalanan, Guatemala
Setiap Valentine atau biasa disebut El Dia del Carino, warga Guatemala akan turun ke jalan memeriahkan Parade Cinta Lama yang biasa digelar tiap tahunnya.
Penduduk Guatemala yang sudah berusia lanjut biasanya akan mengenakan bulu dan topeng dalam perayaan ini.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.