Mengalami mastitis, Tasya mengaku mengalami gejala yakni demam tinggi. Tak tanggung-tanggung, suhu tubuhnya hampir mencapai 39,9 derajat celcius. Saat meriang, Tasya mengaku melakukan sederet penanganan cepat di rumah untuk membuat demamnya turun.
“Pertolongan pertama, pijat laktasi, kompres (air) dingin-panas, kompres hot stone, minum ibuprofen, minum lechitin, susuin baby walau babynya ngamuk-ngamuk,” jelasnya lagi.
Sayangnya, pertolongan pertama yang ia lakukan belum membuahkan hasil signifikan. Hal ini membuat Tasya panik dan berusaha mencari cara agar demamnya segera turun.
“Harus gimana lagi? Gimana biar meriangnya udahan? Ada benarnya nasehat orang tua dahulu. Harusnya sebelum 40 hari enggak boleh keluar-keluar dulu,” terang Tasya lagi.
Tak kunjung membaik, akhirnya ia dan sang suami, Randy Bachtiar memutuskan untuk segera melakukan konsultasi ke dokter bedah.
“Semoga besok membaik, tapi tetap
harus konsul ke dokter bedah katanya,” pungkas Tasya.
(Rizky Pradita Ananda)