MESKI saat ini pandemi Covid-19 sudah lebih bisa dikontrol, namun mutasi varian virus Covid-19 masih terus bermunculan. Bahkan salah satunya varian kraken yang muncul akhir-akhir ini.
Jika dikaitkan dengan vaksin Covid-19 yang terbukti bisa melindungi diri dari keparahan fatal akibat infeksi Covid-19. Lalu apakah pemberian vaksin booster kedua bisa jadi cara untuk menghindari infeksi Kraken?
Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Dr. dr. Erlina Burhan, M.Sc, Sp.P(K) menjelaskan, sejatinya vaksin Covid-19 booster manfaatnya bukan untuk memastikan seseorang tidak akan pernah terinfeksi varian Covid-19 apapun.
“Vaksin booster ini tujuannya mencegah, dalam artian kalau (nanti) tertular jangan sampai menjadi berat,” papar dr. Erlina.
"Jadi tidak 100 persen bisa dikatakan vaksin booster ini bisa mencegah orang tidak jadi sakit," imbuhnya.
Meski demikian, perlindungan dari keparahan yang ditimbulkan akibat infeksi Covid, bukan semata-mata hanya mengandalkan vaksin bahkan booster sampai dosis kedua.
Namun, juga harus diimbangi mematuhi protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 dalam kehidupan sehari-hari.
BACA JUGA: Vaksin Covid-19 Anak 6 Bulan-11 Tahun Siap Diberikan Maret 2023
"Vaksinasi bukan satu-satunya, jadi tetap harus mengikuti protokol kesehatan. Meningkatkan sistem imun, karena sesungguhnya ini adalah penurunan keseimbangan dan sistem imun dan keganasan virus," ujar dr. Erlina.
Sebagai informasi, varian Kraken yang secara resmi disebut sebagai varian dengan kode "XBB.1.5" dan merupakan hasil penggabungan fragmen dari dua varian berbeda yang disebut "subvarian rekombinan".
"Dua strain yang berbeda dari BA.2 Omicron telah berkumpul bersama untuk menciptakan ini," jelas Sheena Cruickshank, seorang profesor di Lydia Becker Institute of Immunology and Inflammation di University of Manchester, dikutip dari Euronews.
Penemuan varian Kraken, diperkirakan berasal antara November dan Desember 2022 di atau sekitar negara bagian New York di AS. Kraken, menurut data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, dianggap berada di balik peningkatan infeksi di seluruh negeri, yang diperkirakan menjadi penyebab 41 persen kasus Covid-19 saat ini.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.