Kental dengan Nuansa Eropa
Ornamental geometris mirip awan, kaki singa, dan relung yang terdapat di Stasiun Bogor merupakan pengaruh dari gaya Yunani Klasik, dengan unsur yang serba geometri dan simetris.
Bangunan bergaya Indische Empire dengan sentuhan Neoklasik di bagian pintu utama membuat kental akan nuansa Eropa.
Pada ruang VIP, berdiri prasasti dari marmer setinggi satu meter. Monumen ini merupakan simbol ucapan selamat pagi dari para karyawan SS kepada Davis Maarschalk, atas usahanya mengembangkan jalur kereta api di Jawa.
Dinding bangunan juga terbuat dari bata plesteran dengan motif guratan bergaris yang dibingkai oleh moulding cornice di bagian atap jurai.

Untuk overcapping ada sedikit perubahan dari awal pembangunannya. Awalnya bagian yang terbuat dari besi bergelomang yang ditopang kerangka baja memayungi peron stasiun.
Namun, saat ini atap tersebut kini telah dilubangi dan dipotong di beberapa bagian, serta kerangka bajanya diiris untuk mengakomodasi kabel listrik aliran atas.
Tata Letak Stasiun
Stasiun Bogor terdiri dari dua bangunan berdampingan. Bangunan utama menjadi are masuk stasiun, lobi, juga beberapa fasilitas lain. Sementara, bangunan kedua merupakan overcapping yang menaungi peron dan juga jalur kereta api.
Stasiun Bogor memiliki 8 jalur kereta, yang terbagi menjadi jalur sepur lurus tunggal/sepur lurus ganda Depok-Jakarta, juga jalur sepur raya tunggal arah Cianjur-Padalarang.
(Salman Mardira)