Ia menjelaskan, sejauh ini tidak ada data publik yang menyebutkan hal tersebut. Data kematian sejumlah dokter di Kanada, dilansir dari Reuters, adalah terkait dengan sakit kanker serta akibat kelainan jantung.
"Juru Bicara Health Canada dan Public Health Agency of Canada Mark Johnson menegaskan, data kematian sejumlah dokter itu tidak berkaitan dengan vaksin Covid-19," tambah informasi yang disampaikan Siti Nadia.
Isu ini dikeluarkan ke media sosial diduga untuk merusak rencana pemerintah Indonesia saat ini yang baru saja memulai program vaksinasi booster kedua Covid-19 untuk masyarakat umum.
Sekali lagi ditegaskan, vaksin booster Covid-19 aman diberikan kepada masyarakat berusia 18 tahun ke atas.
"Jika ada KIPI, maka akan segera ditangani dokter yang ada di tempat Anda divaksin. Itu kenapa, setelah divaksin disarankan tidak meninggalkan lokasi vaksinasi 30 menit untuk waktu observasi dokter. Sekiranya ada KIPI, bisa ditangani dengan segera," ungkap Juru Bicara Kemenkes, dr. Mohammad Syahril di konferensi pers daring Kemenkes hari ini.
BACA JUGA:Hari Ini Sudah Bisa Booster Kedua, Berikut Jenis dan Kombinasi Vaksinnya!
BACA JUGA:Vaksin Booster Kedua Tak Perlu Tiket Peduli Lindungi!
(Rizky Pradita Ananda)