Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pengering Cat Kuku dengan Sinar UV Berpeluang Merusak DNA di Tangan?

Raden Yusuf Nayamenggala , Jurnalis-Senin, 23 Januari 2023 |08:00 WIB
Pengering Cat Kuku dengan Sinar UV Berpeluang Merusak DNA di Tangan?
alat pengering cat kuku dengan sinar UV, (Foto: Freepik)
A
A
A

TEKNOLOGI pengering cat kuku dengan sinar UV banyak digunakan, untuk mempermudah proses pemakaian cat kuku atau kuteks karena membuat cat kuku yang dipoles jadi lebih cepat kering secara merata.

Namun pengering cat kuku dengan sinar UV yang banyak digunakan di salon khas kuku, salon kecantikan, atau pun pemakaian pribadi di rumah ini, lewat suatu studi riset disebutkan punya hubungan dengan kerusakan DNA pada tangan.

Beberapa spektrum sinar UV diketahui bersifat karsinogenik. Namun, belum pernah ada penelitian tentang efek radiasi yang dipancarkannya pada sel mamalia.

Lain dengan tanning bed yang memakai sinar UV yang berbeda (280-400 nm) dan sudah terbukti menyebabkan kanker, perangkat pengering cat kuku (340-395 nm) diungkap Ludmil Alexandrov, profesor bioteknologi serta kedokteran seluler dan molekuler, sejauh ini diketahui hampir tak ada yang mempelajari perangkat tersebut, dan bagaimana pengaruhnya terhadap sel manusia di tingkat molekuler dan seluler.

"Jika Anda melihat cara alat perangkat ini disajikan, mereka dipasarkan sebagai alat yang aman, tanpa ada yang perlu dikhawatirkan," kata Ludmil yang juga bertindak sebagai penulis penelitian.

Namun, setelah memaparkan sel manusia dan tikus, keratinosit kulit manusia dewasa, fibroblas kulup manusia, dan fibroblas embrionik tikus ke sinar UV yang dipancarkan dari alat pengering cat kuku, peneliti mengidentifikasi adanya kerusakan mitokondria dan DNA serta kematian sel, dikutip IFL Science, Senin (23/12/2023)

Lewat penelitian tersebut, terlihat hanya dalam durasi waktu 20 menit di bawah lampu, mengakibatkan sekitar20 hingga 30 persen sel mati. Sementara sesi 20 menit setiap hari selama tiga hari berturut-turut, bisa mengakibatkan kematian sel antara 65-70 persen.

Biasanya, satu sesi manikur melibatkan kuku dan tangan yang ditempatkan di perangkat UV selama total 10 menit, dan jauh lebih sedikit daripada paparan yang digunakan dalam penelitian tersebut.

Kerusakan yang terlihat pada sel yang tersisa tidak selalu diperbaiki, yang mengakibatkan mutasi sebanding dengan yang terlihat pada kanker kulit manusia. Menurut Alexandrov, ada pula beberapa laporan tentang kanker jari langka pada seseorang yang secara teratur menggunakan manikur gel. Contohnya para kontestan kontes kecantikan serta ahli kecantikan.

Sebagai catatan penting, penelitian ini tidak semerta-merta memberikan bukti langsung, bahwa alat pengering cat kuku UV meningkatkan risiko kanker pada seseorang.

Selain itu, tidak ada cara untuk mengetahui seberapa sering seseorang perlu melakukan perawatan kuku yang berisiko terluka dan masih dibutuhkan studi epidemiologi jangka panjang, sebelum pertanyaan semacam itu bisa dijawab.

"Hasil percobaan kami dan bukti sebelumnya, sangat menyarankan bahwa radiasi yang dipancarkan oleh pengering cat kuku UV bisa menyebabkan kanker tangan. Bahwa pengering cat kuku UV, mirip dengan tanning bed, dapat meningkatkan risiko kanker kulit dini," tulis penulis penelitian tersebut.

Meski begitu, studi epidemiologi skala besar  (yang kemungkinan membutuhkan waktu sampai satu dekate) di masa mendatang masih sangat diperlukan, agar secara akurat mengukur risiko kanker kulit tangan pada orang yang secara teratur menggunakan pengering cat kuku dengan teknologi sinar UV tersebut.

 BACA JUGA:Studi Klaim Rutin Minum Jus Apel Bantu Singkirkan Lemak di Perut

BACA JUGA:Studi: Vaksin Covid-19 Bisa Bikin Suntik Botox Kurang Efektif

(Rizky Pradita Ananda)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement