Hal tersebut menurut Sandi, membutuhkan tim solid yang resilien, adaptif, dan kolaboratif dalam menghadirkan inovasi, termasuk menjalin kerja sama lintas sektor.
"Kami sangat menyambut baik dukungan Danone Indonesia dalam membantu pengembangan desa wisata karena dukungan ini akan mendorong pertumbuhan sektor pariwisata serta meningkatkan perekonomian nasional," tuturnya.
Geliat pariwisata Tanah Air mulai menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Kemenparekraf), kontribusi Produk Domestik Bruto (PDB) sektor Pariwisata 2023 diperkirakan mencapai 4,3 persen.
Sementara itu, Chief Executive Officer Danone Indonesia, Connie Ang mengatakan, melalui program pengembangan desa wisata, pihaknya turut berkontribusi terhadap pemulihan sektor pariwisata, pertumbuhan ekonomi wilayah tersebut sehingga dapat mendorong kesejahteraan masyarakat.
"Tidak kalah pentingnya, melalui program ini, kami juga membuktikan komitmen untuk turut melestarikan lingkungan dan sumber daya alam. Komitmen kami ini terwujud dengan sangat jelas melalui dukungan pengembangan desa wisata," ucap Connie.

Kemitraan dengan Kemenparekraf lanjutnya, merupakan bagian dari perjalanan panjang dalam bermitra dengan berbagai kementerian dan pemangku kepentingan terkait lainnya untuk mendukung kesehatan masyarakat Indonesia serta kelestarian lingkungan.
Kemitraan ini juga mencakup dukungan untuk mendorong momentum pertumbuhan pariwisata Tanah Air, salah satunya kampanye #BijakBerplastik di 5 destinasi super prioritas yaitu Labuan Bajo, Mandalika, Danau Toba, Likupang, dan Candi Borobudur.
"Kami berterima kasih atas dukungan dan kepercayaan Kemenparekraf yang memungkinkan kami untuk terus berkontribusi bagi pembangunan masa depan Indonesia yang lebih baik. Kami percaya dibutuhkan kolaborasi yang berkelanjutan untuk dapat menyelesaikan beragam isu yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia," tutupnya.
(Rizka Diputra)