Namun ternyata tindakan itu tidak boleh dilakukan sendiri dan terus menerus. Dikutip dari Se-Ortho, self cracking atau meretakkan tubuh di bagian leher merupakan tindakan melepaskan gas atau cairan dari persendian yang mengeliling leher.
Tindakan itu akan membuat Anda merasa lebih baik sementara, namun tidak mengurangi masalah mendasar. Jika dilakukan secara terus menerus, tekanan akan terus menumpuk di persendian.

Ini akan menyebabkan ligamen di sekitar meregang ke tingkat yang tidka stabil dan tulang rawan di tulang belakang menjadi rusak. Tentu saja kondisi akan memberikan dampak buruk pada tubuh dan menyebabkan terjadiya osteoartritis yang serius, tidak dapat sembuh, dan menyakitkan.
Beberapa penelitian telah menemukan sesuatu yang bahkan lebih menakutkan. Orang di bawah 60 tahun yang berulang kali mematahkan lehernya terbukti lebih mungkin terkena stroke daripada mereka yang tidak melakukannya. Itu karena retakan dapat menyebabkan gumpalan darah yang membuat otak kekurangan oksigen.
(Vivin Lizetha)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.