LATO-LATO kembali menjadi perbincangan. Bukan karena permainannya yang viral dan dimainkan di mana-mana oleh semua kalangan. Tetapi karena sudah memakan "korban."
Seorang anak Sekolah Dasar (SD) di Kalimantan Barat dikabarkan terluka akibat lato-lato yang ia mainkan pecah hingga mengenai mata. Ia akhirnya dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Tak hanya bocah SD itu saja, anak pasangan Asshanty dan Anang Hermansyah, Arsy Hermansyah juga menderita lebam usai memainkan lato-lato. Ini terlihat dari unggahan Atta Halilintar di Instagramnya.
“Ini (lebam) gara-gara lato-lato?,” tanya Atta di akun Instagramnya.
“Iya, Arsy main lato-lato,” jawab Arsy.

Lato-lato sebetulnya bukanlah permainan baru, karena sudah ada dan populer sejak tahun 1960-an. Saat memainkan permainan ini, kedua pendulum akan saling memantul dan menimbulkan suara “klak” keras. Permainan ini, bertujuan untuk membuat bola saling beradu dengan suara sekeras mungkin dan secepat mungkin.
Di balik suara keras dan menyenangkan ketika bermain, ada hal-hal yang perlu orang tua perhatikan sebelum memberikan mainan latto-latto untuk anak.