5. Evaluasi Psikologis
Seorang pria akan ditanya apakah ia khawatir tentang informasi pribadi yang akan dibagikan dengan anak kandung atau tentang kontak di masa mendatang dengan mereka. Jika seorang pria mendonorkan sperma kepada seseorang yang dikenal, kemungkinan besar ia akan diminta untuk berbicara tentang hubungannya dengan penerimanya. Jika ia memiliki pasangan, konseling juga berguna untuknya.
6. Riwayat Pribadi dan Seksual
Seorang pria harus memberikan riwayat terperinci tentang aktivitas seksual, penggunaan narkoba, dan informasi pribadi lainnya untuk menunjukkan apakah ia memiliki faktor risiko untuk mengembangkan penyakit menular, seperti HIV. Ia juga akan diminta untuk membagikan informasi terperinci tentang kebiasaan, pendidikan, hobi, dan minat pribadi. Ia juga diminta untuk memberikan gambar atau video diri atau rekaman audio suara.
Namun demikian, banyak contoh di mana donor adalah teman dan anggota keluarga klien. Beberapa juga telah menggunakan teknologi seperti Internet untuk menemukan donor yang bersedia secara gratis atau dengan biaya lebih rendah. Dalam hal ini, sperma sebenarnya bisa menjadi sumbangan nyata.
Donor sperma memiliki pilihan untuk merahasiakan identitas mereka kepada klien dan calon keturunannya, yang membuat beberapa orang mempertanyakan etika prosedur tersebut. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa banyak anak mengalami trauma begitu mereka mengetahui bahwa mereka dikandung menggunakan sperma yang disumbangkan. Dengan demikian, sejumlah bank kini bersedia membayar premi bagi mereka yang terbuka untuk berbagi setidaknya sebagian informasi dan foto.
(RIN)
(Rani Hardjanti)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.