2. Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan akan mencakup pengambilan sampel darah dan urine untuk menguji penyakit menular, seperti HIV. Jika seseorang menjadi pendonor sperma biasa, ia harus menjalani pemeriksaan fisik setiap enam bulan saat memberikan donasi sperma. Ia juga akan diminta untuk melaporkan setiap perubahan dalam kesehatan.
3. Tes Sperma
Sebelum memberikan setiap sampel, ia kemungkinan akan diminta untuk tidak ejakulasi, baik melalui seks atau masturbasi, setidaknya selama 48 hingga 72 jam. Sampel akan dianalisa kuantitas, kualitas dan pergerakannya.
4. Tes Genetik
Sampel darah akan dianalisis untuk melihat apakah ia pembawa kondisi genetik apa pun. Tanyakan kepada bank sperma individu tes mana yang mereka lakukan, karena beberapa bank melakukan pengujian yang lebih intensif daripada yang lain.
Riwayat Kesehatan Keluarga. Seorang pria harus memberikan rincian tentang riwayat kesehatan termasuk kesehatan mental setidaknya dua generasi sebelumnya dari keluarganya. Riwayat yang menunjukkan adanya penyakit keturunan membuat ia tidak bisa mendonorkan sperma.