"Kita ingin menghadirkan desa wisata yang mampu menerapkan konsep storynomic village tourism yang mengedepankan narasi/cerita, konten kreatif, living culture, dan budaya sebagai DNA destinasi," kata Alfonsius.
Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Manggarai Barat, Pius Baut menjelaskan, desa tersebut merupakan satu dari dua desa yang khusus dikembangkan oleh pemerintah daerah setempat lewat Program Fasilitasi Masyarakat Desa Wisata (Fasmadewi) 2022.
Program Fasmadewi ini merupakan program inovasi Pemkab Manggarai Barat pada 2022 untuk mengoptimalkan produk dari desa wisata Loha.

Dalam program ini, katanya, fasilitator memberikan 11 jenis kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas diantaranya sosialisasi program Fasmadewi, assessment desa wisata, penguatan organisasi, pelatihan manajemen keuangan, kepemanduan wisata, pembuatan paket wisata, manajemen homestay, storytelling/copywriting, pengolahan kuliner lokal, pelatihan promosi, dan pemasaran produk.
Pius berharap pelatihan yang sudah dilaksanakan dalam program itu dapat diimplementasikan secara nyata untuk pengembangan pariwisata desa.
"Pengembangan pariwisata Manggarai Barat membutuhkan respon cepat dari masyarakat agar tujuan utama wisatawan datang ke Labuan Bajo dapat beralih ke setiap desa wisata yang memiliki potensi," ujar Pius.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.