Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Desa di Geopark Ciletuh, Dulu Kampung TKW Kini Jadi Kawasan Homestay

Raden Yusuf Nayamenggala , Jurnalis-Minggu, 01 Januari 2023 |22:37 WIB
Kisah Desa di Geopark Ciletuh, Dulu Kampung TKW Kini Jadi Kawasan <i>Homestay</i>
Desa yang jadi kawasan homestay di Geopark Ciletuh, Sukabumi, Jawa Barat (Foto: Raden Yusuf/MNC Portal)
A
A
A

SELAIN memiliki sejumlah spot wisata alam yang indah, kawasan Geopark Ciletuh di Kabupaten Sukabumi menyimpan cerita menarik tentang perubahan kehidupan masyarakatnya.

Adalah Kampung Cimarinjung, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, yang termasuk salah satu dari delapan kecamatan di bentang alam Geopark Ciletuh.

Dulu, mata pencaharian sebagian besar masyarakatnya adalah menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri atau buruh migran. Ada pula yang menjadi petani dan nelayan.

Sejak daerah mereka ditetapkan sebagai geopark pada 2018 , banyak TKW dan TKI pulang kampung dan beralih membuka homestay di rumah mereka.

Awalnya, semua homestay di kampung pesisir Pantai Wisata Palangpang itu berjalan sendiri-sendiri. Warga menyewakan kamar-kamar dan rumah mereka kepada wisatawan dengan pengelolaan autodidak.

Pemprov Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi lalu mendirikan Badan Pengelola Ciletuh Pelabuhan Ratu UNESCO Global Geopark (BP CPUGGp). Badan inilah yang kemudian gencar memberikan pelatihan, pendampingan dan pemberdayaan masyarakat termasuk dalam hal pengelolaan homestay dan hospitality.

BACA JUGA: 4 Destinasi Menarik yang Bisa Dieksplor di Geopark Ciletuh, Nomor 1 Namanya Seram Penuh Misteri

Homestay

Badan ini juga memberi plang merek, perlengkapan dan aksesori kamar termasuk gambar-gambar infografis tentang Geopark Ciletuh untuk dipajang di bagian dalam dan luar homestay.

"Kini ada sekitar 120 homestay yang dibina

BP CPUGGp. Setiap homestay rata-rata memiliki 3 hingga 4 kamar," ujar General Manager BP CPUGG Dodi Sumantri saat ditemui MNC Portal Indonesia di Pantai Palangpang, Minggu (1/1/2023).

Ada beragam jenis dan kelas homestay di sekitar Pantai Palangpang. Ada yang menyatu dengan rumah inti, ada pula yang terpisah meski satu pekarangan. Di beberapa titik terdapat pula kamar-kamar baru yang sengaja dibangun untuk para wisatawan. Sebagian memiliki fasilitas AC plus kamar mandi.

Homestay di sana berdampingan dengan sejumlah hotel kelas melati yang mulai banyak pula berdiri. Tarif setiap kamar bervariasi mulai Rp175 ribu hingga Rp700 ribu per malam.

Pengelola homestay pun menawarkan beragam paket wisata alam yang digabung dengan fasilitas menginap dan akomodasi lainnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement