"Ternyata penghasilan masyarakat dari membuka homestay dan paket wisata cukup lumayan dibandingkan kerja di luar negeri. Inilah yang membuat banyak warga berhenti jadi buruh migran dan menyeriusi bisnis homestay," tutur Dodi.
Usaha homestay di sana kian berkembang setelah para warga membentuk Ikatan Homestay Cimarinjung untuk saling memberikan dukungan.
Yang juga menarik, hampir setiap homestay memiliki pohon mangga aneka jenis seperti cengkir, arumanis dan lainnya di pekarangan. Tamu yang dapat menikmati buah tersebut baik yang matang maupun untuk dirujak.
Asep Hidayat Mustopa (36), salah satu warga eks buruh migran, mengungkapkan, taraf hidup masyarakat meningkat sejak membuka homestay. Apalagi kini BP CPUGGp banyak memberi pemberdayaan. Asep bahkan kini aktif di badan tersebut dan menjabat ketua pengusaha desa wisata.
"Saya sudah bisa membuka tujuh homestay dan jumlah tamunya cukup bagus. Sayang, pandemi COVID-19 sempat membuat kunjungan wisatawan merosot. Sekarang, tamu-tamu mulai berdatangan lagi," ucap kaligrafer ini.
Tak hanya membuka homestay, Asep bahkan menjadi inisiator budidaya hanjeli. Hanjeli adalah tumbuhan biji-bijian tropika dari suku padi-padian yang dapat menjadi alternatif pengganti beras sebagai makanan pokok.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.