Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Apa yang Bisa Dilakukan untuk Turunkan Risiko Glaukoma?

Pradita Ananda , Jurnalis-Kamis, 22 Desember 2022 |14:30 WIB
Apa yang Bisa Dilakukan untuk Turunkan Risiko Glaukoma?
turunkan risiko glaukoma, (Foto: Freepik)
A
A
A

AKTRIS senior Aminah Cendrakasih atau yang akrab disapa Mak Nyak baru saja usai dimakamkan hari ini, Kamis (22/12/2022) siang di TPU (Taman Pemakaman Umum) Karet Bivak, Jakarta Pusat.

Menghembuskan napas terakhirnya di usia 85 tahun, Mak Nyak tutup usia setelah berjuang melawan Glaukoma yang diidapnya selama bertahun-tahun dan mengakibatkan dirinya kehilangan penglihatan tersebut.

Glaukoma sendiri, patut diwaspadai semua orang karena penyakit satu ini menyerang tanpa pandang bulu karena semua orang bisa terkena tanpa memandang usia tertentu. Meski memang beberapa kelompok orang secara medis lebih berisiko mengidap glaukoma dibandingkan dengan kelompok orang yang lain.

Ialah orang keturunan Afrika-Amerika di atas usia 40 tahun, semua orang di atas usia 60 tahun alias lansia, orang dengan riwayat keluarga glaukoma, dan pengidap diabetes. Orang dengan diabetes, disebutkan 2 kali lebih berisiko terkena glaukoma daripada orang tanpa diabetes.

Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk membantu melindungi mata dan menurunkan risiko kehilangan penglihatan akibat glaukoma. Ini penting untuk dilakukan, apalagi jika Anda termasuk dalam kelompok rentan, berisiko tinggi seperti yang disebutkan di atas.

Dilansir dari laman resmi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), Kamis (22/12/2022) hal pertama yang bisa dilakukan adalah rutin (umumnya setahun sekali) melakukan pemeriksaan mata yang menyeluruh secara komprehensif, ini bertujuan untuk mendeteksi glaukoma lebih awal dan memulai pengobatan.

Lewat pemeriksaan ini, kita juga bisa tahu seberapa sering kita harus kembali untuk pemeriksaan lanjutan seperti yang direkomendasikan oleh dokter.

Bahkan jika tidak termasuk dalam kelompok berisiko tinggi, melakukan pemeriksaan mata yang menyeluruh secara komprehensif pada usia 40 tahun pun tetap bisa berguna untuk mendeteksi glaukoma dan penyakit mata lainnya sejak dini.

Langkah berikutnya, karena Glaukoma sudut terbuka tidak bergejala dan bersifat turun-temurun, maka cari tahu apakah ada riwayat anggota keluarga dengan sejarah glaukoma atau tidak. Sehingga upaya pencegahan bisa dilakukan sejak dini.

BACA JUGA:Wajib Tahu! Ini Beda Gejala Varian Terbaru BN.1 dengan Jenis Lainnya

Selanjutnya, untuk menurunkan risiko terkena glaukoma, setiap orang idealnya harus mempertahankan berat badan yang sehat, mengontrol tekanan darah, aktif secara fisik, dan tidak merokok.

Semua upaya pencegahan ini akan membantu agar bisa menghindari kehilangan penglihatan akibat glaukoma. Pola gaya hidup sehat ini juga sekaligus akan membantu mencegah diabetes tipe 2 dan kondisi kesehatan kronis lainnya.

(Rizky Pradita Ananda)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement