Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kenali Gejala Glaukoma yang Diidap 'Mak Nyak' Aminah Cendrakasih Sebelum Meninggal

Dyah Ratna Meta Novia , Jurnalis-Kamis, 22 Desember 2022 |08:59 WIB
Kenali Gejala Glaukoma yang Diidap 'Mak Nyak' Aminah Cendrakasih Sebelum Meninggal
Mak Nyak meninggal dunia (Foto: Instagram Si Doel Anak Sekolahan)
A
A
A

SAAT Ini dunia hiburan Tanah Air berduka. Aminah Cendrakasih pemeran Mak Nyak di sinetron Si Doel meninggal dunia kemarin. Kabar duka tersebut disampaikan oleh eksekutif produser Si Doel Anak Sekolahan, Rubby Karno, melalui unggahan di akun media sosial Facebooknya.

“Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun, telah berpulang Maknyak Aminah Cendrakasih pada hari Rabu tgl 21 Des 2022 jam 19.30,” tulis Rubby Karno dikutip, Rabu (21/12/2022).

 Mak Nyak

Sebelumnya, kondisi Mak Nyak memang sudah memprihatinkan. Sebab ia menderita glaukoma, hingga ia mengalami buta.

Artis kondang bernama Aminah Cendrakasih ini sudah tidak bisa lagi beraktivitas seperti biasa, ia hanya bisa berbaring di tempat tidur. Kondisi tersebut terlihat saat, adanya lanjutan film dari Doel The Movie 2.

Perlu diketahui, menurut Mayo Clinic glaukoma dapat terjadi pada usia berapa pun, tetapi lebih sering pada orang dewasa yang lebih tua. Ini adalah salah satu penyebab utama, kebutaan bagi orang di atas usia 60 tahun.

Glaukoma masih menjadi salah satu momok penyebab utama kebutaan di seluruh dunia. Bahkan, menduduki posisi tertinggi kedua penyakit mata, setelah katarak.

Kebutaan masih menjadi masalah yang menghantui, salah satu penyebabnya adalah glaukoma. Ironisnya, glaukoma dapat menyebabkan kebutaan secara perlahan-lahan yang bersifat permanen.

Menurut Dokter Spesialis Mata Dr. Johan Hutauruk, MD, glaukoma adalah penyakit mata yang disebabkan karena peningkatan tekanan di bola mata atau Tekanan Intra Okular (TIO).

Lalu apa gejala glaukoma?

Glaukoma dapat menyebabkan kebutaan secara perlahan-lahan yang sifatnya permanen. Gejala glaukoma biasanya memang awalnya tidak ada keluhan, namun penglihatan perlahan menurun, dan lalu luas pandang menjadi semakin menyempit.

Dr. Johan Hutauruk, MD menjelaskan, glaukoma terbagi atas dua macam, yaitu kronis dan akut. Glaukoma kronis dapat ditandai tekanan di bola mata yang meningkat secara perlahan-lahan. Gejala lainnya adalah penurunan ketajaman atau kejernihan penglihatan mata atau penurunan visus.

Sementara, glaukoma akut ditandai dengan tekanan di bola mata yang meningkat secara mendadak. Selain itu, gejala lain dari glaukoma akut adalah nyeri mata yang hebat, merah, sakit kepala, mual dan muntah.

“Kebutaan pada glaukoma bisa dicegah jika ditemukan secara dini gejalanya. Jika terdeteksi glaukoma, maka harus selalu dikontrol dan mengurangi faktor risikonya, seperti tekanan bola mata yang tinggi atau penyakit vaskuler,” ujarnya.

“Glaukoma ringan dapat diatasi dengan penggunaan obat tetes mata anti-glaukoma atas petunjuk dokter, sedangkan glaukoma berat yang tidak bisa diatasi menggunakan obat, maka disarankan untuk melakukan tindakan operasi,” imbuhnya.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement