DEPUTI Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Vinsensius Jemadu mengatakan, pihaknya tengah berupaya memperkuat strategi guna menghadirkan destinasi berkualitas, resilien, dan berkelanjutan dengan memperhatikan sumber daya alam, manusia, serta budaya.
“Dalam dua tahun ke depan, kita kemungkinan masih akan berkutat dalam upaya pemulihan dari pandemi Covid-19, dan hal ini selaras dengan upaya kita dalam mewujudkan destinasi pariwisata yang berkualitas, resilient, dan berkelanjutan," ujar Vinsensius dalam keterangan tertulisnya, mengutip Antara.
Ke depan lanjut dia, pengembangan destinasi diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan reputasi destinasi pariwisata untuk mewujudkan ekosistem pariwisata yang terintegrasi, mendorong pembangunan daerah, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Demi mewujudkan capaian tersebut, Kemenparekraf memiliki lima strategi. Pertama ialah melakukan analisis tipologi dan strategi pengembangan destinasi baik perwilayahan dan secara tematik yang terbagi dalam destinasi rintisan, pengembangan, pemantapan, dan revitalisasi.
Strategi kedua adalah penataan dan penguatan manajemen destinasi dan daya tarik melalui penerapan visitor management dan carrying capacity untuk meningkatkan destination appeal serta market attractiveness.
Kemudian adalah pembangunan-pembangunan infrastruktur, fasilitas, aksesibilitas konektivitas, serta pengelolaan fasilitas pariwisata. Keempat yaitu memaksimalkan koordinasi pengembangan kawasan, desa wisata, geopark, kawasan ekonomi khusus (KEK), cultural heritage, dan kota kreatif/sentra kreatif.