Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Apakah Masalah Mental Bisa Disembuhkan dengan Pendekatan Agama?

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Jum'at, 16 Desember 2022 |15:48 WIB
Apakah Masalah Mental Bisa Disembuhkan dengan Pendekatan Agama?
Gangguan mental (Foto: Shutterstock)
A
A
A

SELAMA ini banyak orang menilai, mengalami masalah mental itu akibat jauh dari Tuhan atau kena kutukan karena telah melakukan perbuatan sangat berdosa. Stigma seperti ini perlu diluruskan, sebab pandangan semacam itu sangat keliru.

Masalah kesehatan mental paling banyak terjadi akibat faktor eksternal. Tuntutan hidup yang sangat besar, masalah ekonomi, merasa tidak berharga, bahkan sulit mengelola ekspektasi yang tinggi, adalah beberapa contoh penyebab seseorang merasa tertekan hingga alami masalah mental.

 gangguan mental

Pendekatan agama bisa dilakukan untuk mengatasi hal tersebut. Terlebih jika Anda adalah orang yang percaya akan adanya Tuhan.

Tapi, pendekatan agama saja dinilai kurang begitu kuat untuk bisa menyembuhkan, itu kenapa sains tetap diperlukan.

"Jika hanya mengandalkan pendekatan agama, tanpa mengetahui masalah utamanya apa, yang terjadi malah bisa berakibat kekerasan pada penderita," terang Aktivitas HAM dan Penggiat Inklusi Disabilitas Bahrul Fuad.

"Ini yang saya temukan di kasus penderita masalah mental ditempatkan di satu pondok, lalu mereka dibangunkan pada tengah malam, dimandikan air dingin, lalu diruqyah. Saya mewakili Komnas Perempuan tempat saya bekerja menilai tindakan ini melanggar HAM. Itu kenapa, jika pendekatan agama tidak diimbangi sains, akan berisiko tindak kekerasan yang merugikan penderita," tambahnya.

Pendekatan agama dalam mengatasi masalah kesehatan mental akan jauh lebih berhasil jika sains dihadirkan di tengah-tengahnya. Ini memastikan bahwa tindakan penyembuhan masalah sesuai dengan ilmu pengetahuan, tapi juga sesuai dengan kepercayaan yang dianut penderita.

Lagipula, di Indonesia ini tak bisa dipungkiri bahwa tokoh agama punya peran yang sangat besar. Banyak orang ogah pergi ke psikolog atau psikiater ketika merasa mentalnya terganggu, dan memilih datang ke pemuka agama.

 BACA JUGA:Ogah Punya Anak Berisiko Alami Gangguan Mental Saat Tua?

Keputusan itu tidak salah, namun bagaimana pun masalah mental bisa diatasi dengan komprehensif jika ditangani juga oleh tenaga profesional yang memahami betul masalah kesehatan mental.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement