Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Anak Tya Ariestya Kena DBD, Kenali Yuk Gejalanya!

Dyah Ratna Meta Novia , Jurnalis-Kamis, 15 Desember 2022 |17:06 WIB
Anak Tya Ariestya Kena DBD, Kenali Yuk Gejalanya!
Anak Tya Ariestya kena DBD (Foto: Inst)
A
A
A

SAAT ini kondisi kesehatan putra Tya Ariestya yakni Kalundra Ratinggang menurun. Diketahui, bocah laki-laki itu terserang Demam Berdarah Dengue (DBD).

Usai sempat dirawat di Rumah Sakit Brawijaya, akhirnya Kalundra pun diperbolehkan pulang ke rumah.

 anak Tya

"Alhamdulillah boleh pulang. 2 malam di @brawijayaantasari , Kalundra dirawat karena DD “Demam Dengue” penyakit virus yang dibawa Nyamuk" tulis Tya Ariestya, dikutip dari instagram, Kamis (15/12/2022).

Sebagai seorang ibu, Tya tentu saja merasa tak tenang. Apalagi, setiap hari Tya harus menyaksikan darah sang buah hati harus diambil guna keperluan pemeriksaan.

Tapi Tya Ariestya bersyukur lantaran trombosit Kalundra tidaklah turun sehingga Kalundra tak harus dirawat lebih lama.

"Super deg-degan, tiap hari darah nya dicek, alhamdulillah gak ada penurunan trombosit jadi Kalundra udah boleh pulang" lanjut Tya.

Lalu apa saja gejala DBD?

Dokter Spesialis Anak Konsultan Penyakit Infeksi & Tropis Anak dari Universitas Indonesia, Dr. dr. Debbie Latupeirissa, Sp.A (K) mengingatkan berbagai masalah kesehatan yang bisa dialami terjadi saat Demam Berdarah (DBD). Gejala DBD pun bermacam-macam.

"Salah satu penyakit yang perlu diwaspadai saat ini adalah demam berdarah dengue (DBD), " ujar dokter yang berpraktik di RS Pondok Indah-Bintaro Jaya itu seperti dilansir dari Antara.

"Meski demikian, biasanya bercak merah pada kulit belum terlihat pada hari-hari awal," kata Debbie.

Mengenai perjalanan penyakit, ada tiga fase DBD, yakni hari 1-3 disebut fase febrile tanpa perdarahan. Dalam fase ini biasanya terjadi gejala awal seperti demam tinggi, sakit kepala, nyeri sendi, dan nyeri belakang bola mata.

Setelah memasuki hari 4-5, demam cenderung turun. Pada tahap ini, pasien mulai memasuki fase kritis. Dalam kasus pasien anak, kebanyakan orangtua tidak mewaspadai fase ini ketika demam turun sehingga mengira si kecil justru sudah mulai sembuh.

Padahal, pada fase ini risiko terjadinya syok jauh lebih besar. Selain itu, dapat terjadi pula penurunan trombosit lebih jauh yang ditandai dengan perdarahan, seperti mimisan, gusi berdarah atau timbul bintik-bintik merah pada kulit yang spontan.

Pada fase kritis terjadi perembesan plasma darah sehingga terjadi peningkatan kekentalan darah atau hematokrit dan hal ini penting diwaspadai. Pada fase ini, pasien memerlukan banyak cairan dengan banyak minum atau pemberian cairan infus.

 BACA JUGA:Ringgo Agus Dirawat di RS Gara-gara DBD, Ini Gejala Sakitnya!

"Jika kebutuhan cairan tidak tercukupi, risiko si kecil mengalami syok yang dapat membahayakan jiwa akan meningkat. Apalagi jika syok tidak teratasi dalam waktu cepat, kemungkinan akan terjadi komplikasi perdarahan hebat yang akan sulit diatasi," jelas Debbie yang juga tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) itu.

Perdarahan terjadi bukan hanya disebabkan jumlah trombosit yang sangat menurun, tetapi juga disebabkan gangguan fungsi pembekuan darah. Risiko lain yang dapat terjadi pada fase kritis ini yaitu gangguan kesadaran, gangguan fungsi ginjal, serta gangguan fungsi hati dan organ lainnya. Kondisi ini dapat terjadi pada kurang lebih 30 persen kasus dengue berat.

Pada umumnya, kasus DBD yang ditangani dengan kecukupan cairan dengan baik akan terhindar dari kemungkinan terjadinya komplikasi yang berat. Debbie mengatakan, inilah pentingnya perawatan di rumah sakit.

Fase ketiga yakni fase pemulihan atau penyembuhan, yang biasanya terjadi pada hari ke 6-7. Pada fase ini demam sudah mulai turun, kondisi tubuh pun perlahan membaik. Untuk mempercepat pemulihan pasien, sebaiknya pilih asupan nutrisi yang baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh, termasuk kadar trombosit.

DBD seperti penyakit akibat infeksi lainnya sama-sama diawali demam, meskipun setiap penyakit biasanya memiliki gejala khas masing-masing. Untuk membedakan DBD dengan penyakit lainnya yang juga biasanya diawali dengan demam, pemeriksaan darah yakni pemeriksaan antigen NS1 dengue bisa menjadi pilihan.

(Dyah Ratna Meta Novia)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement